Wanita Diciptakan Dari Tulang Rusuk Yang Paling Bengkok

Diposting pada 18 views


Disebutkan dalam sebuah hadits, “Berbuat oke kepada wanita, alasannya ialah perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang pal

ing atas,” dst. Mohon klarifikasi makna hadits dan makna ‘tulang rusuk yang paling bengkok ialah tulang rusuk yang paling atas’?

Ini ialah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim di masing masing kitab Shahih mereka, dari Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Berbuat oke kepada wanita, alasannya ialah bersama-sama mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bersama-sama tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas.Maka sikapilah para perempuan dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ini ialah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa menawarkan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat oke kepada wanita.”

Hal ini jangan hingga terhalangi oleh sikap mereka yang adakalanya bersikap jelek terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan alasannya ialah para perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bahwa tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas.

Sebagaimana diketahui, bahwa yang paling atas itu ialah yang sehabis pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling bengkok, itu jelas. Maknanya, niscaya dalam kenyataannya ada kebengkokkan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam ash-Shahihain.

“Aku tidak melihat orang orang yang kurang nalar dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan nalar laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).” (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)

Hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam yang disebutkan dalam ash shahihain dari hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam ialah bahwa persaksian dua perempuan sebanding dengan persaksian seorang laki laki. Sedangkan makna “kurang agama” dalam sabda dia ialah bahwa perempuan itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu saat sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum perempuan sehingga perempuan tidak berdosa dalam hal ini.

Maka hendaknya perempuan mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk nabi shalallahu ‘alayhi wasallam walaupun ia bakir dan bertaqwa, alasannya ialah nabi shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tapi berdasar wahyu yang Allah berikan kepadanya, kemudian dia sampaikan kepada ummatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Demi bintang saat terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu berdasarkan kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Qs. An-Najm:4)