Sejarah & Penyebab Banjir Jakarta

Diposting pada 67 views

Sejarah Penyebab Banjir Jakarta – Fenomena banjir Jakarta sudah tidak absurd lagi di telinga. Banjir Jakarta selalu hadir di tiap tahunnya, permasalahan Banjir di Jakarta ini masih belum sanggup diatasi secara maksimal oleh Pemprov DKI, alasannya ialah memang sangat banyak duduk kasus atau faktor-faktor yang harus diperbaiki, dan itu tentunya bukan hal gampang dan perlu waktu yang lama.

Tanda-tanda akan terjadinya Banjir di Jakarta biasanya ketika Jakarta sudah mulai diguyu hujan lebat setiap harinya. Saat itu pula, masyarakat kota Jakarta sudah mulai berkemas-kemas menghadapi banjir tahunan tersebut. Berbagai duduk kasus timbul akhir banjir Jakarta tersebut, menyerupai banyak warga yang terkena malaria, dan bahkan hingga korban meninggal dunia.

Sejarah Banjir Jakarta

 Fenomena banjir Jakarta sudah tidak absurd lagi di indera pendengaran Sejarah & Penyebab Banjir Jakarta

Banjir Di jakarta bukan duduk kasus baru. Sejak VOC berkuasa, mereka sudah dipusingkan dengan genangan air ini. Bahkan ketika VOC sudah membagun kanal-kanal penghalau banjir sekalipun.

Tahun 1621 : Hanya dua  tahun sesudah sistem terusan VOC dibangun, banjir melanda. ini pertama kalinya pis utama VOC di Asia Timur dilanda banjir besar . Setelah itu banjir terus terjadi di tahun 1854, 1872, 1909, dan 1918.

Tahun 1965 : Jakarta Mengalami kembali banjir besar. sesudah banjir itu, presiden sukarno membentuk Komando Proyek (Kopro) Banjir Jakarta. Tugasnya memperbaiki terusan dan menciptakan enam waduk di sekitar jakarta.

Tahun 1976 : Ini mungkin menjadi banjir besar pertama kalinya. hampir sebulan penuh yakni 1-26 Januari, jakarta terendam. 200 ribu penduduk mengungsi. Jakarta Pusat merupakan tempat terparah. ketika itu gubernur Ali Sadikin pasrah alasannya ialah kesulitan keuangan.

Tahun 1996 : banjir Besar  terjadi pada bulan Februari. ketika itu, tubuh meteorologi dan geofisika (BMG) memperkirakan banjir serupa akan terjadi pada 2002.

Tahun 2002: Prediksi BMG terbukti Gubernur Sutiyoso menyebut air telah menggenangi 42 kecamatan di Jakarta. Luas Genangan mencapai 16.041 Hektare atau 24,25 % luas Jakarta. 21 orang Tewas.

Tahun 2007 : Banjir besar menghantam Jakarta mulai 1 Februari 2007 akhir hujan lebat tiada henti. 60 % wilayah Jakarta terendam. dalam 10 hari, 66 orang tewas akhir tersengat listrik hingga terseret arus. jakarta nyaris lumpuh total dari kegiatan ekonominya. Kerugian mencapai Rp 8 Triliun.

Penyebab Banjir Jakarta

 Fenomena banjir Jakarta sudah tidak absurd lagi di indera pendengaran Sejarah & Penyebab Banjir Jakarta
1. Sampah
Menciptakan lingkungan yang higienis dan jauh dari sampah tampaknya perlu digalakkan lagi oleh pemerintah, bukan hanya pemerintah DKI, melainkan juga seluruh Indonesia. Tentunya kita sudah tahu, sampah sanggup menyebabkan banjir, dan hal itulah yang dirasakan oleh DKI Jakarta sendiri. Bagaimana sangat banyak orang yang membuang sampah sembarangan, dan benda itu tergenang di air, sehingga terciptalah banjir yang senantiasa menemani Jakarta hingga ketika ini. Mari budayakan, buanglah sampah pada tempatnya.

2. Gorong-gorong
Menurut Wakil Gubernur DKI, Ahok, salah satu penyebab banjir di Jakarta ialah alasannya ialah keberadaan kabel-kabel serta pipa yang menyatu di dalam gorong-gorong. “Gorong-gorong di DKI ini gila. Tidak ada ducting untuk kabel dan pipa. Semuanya kabel apapun juga ada di sana,” keluh Basuki menyerupai dilansir Kompas.

3. Banyak Kabel di Selokan
Berdasarkan pengamatan Ahok, di Jakarta sangat banyak selokan yang terdapat kabel. Ia mengatakan, dirinya tidak pernah melihat selokan yang tidak ada kabelnya. Ahok menduga, ada beberapa oknum yang sengaja dan tidak tanggung jawab memasukkan banyak kabel ke saluran air yang ada di Jakarta.

4. Pertumbuhan Penduduk
Banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta beberap tahun belakangan ini ialah akhir atau imbas dari tingginya pertumbuhan penduduk di DKI. Bukan hanya itu, alih fungsi tata ruang yang carut-marut juga salah satu penyebab banjir Jakarta. Dinas Pekerjaan Umum Jakarta menjelaskan, bangunan liar warga yang dibangun di bantaran sungai juga penyebab banjir alasannya ialah menciptakan sungai menjadi sempit. Sebab, sesuai dengan hukum tata ruang, idealnya lebar sungai itu 20 meter. Dengan sungai yang sempit, otomatis tempat saluran air juga berkurang.

5. Bangunan Diatas Saluran Air
Banyaknya saluran yang tertutup bangunan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan banjir di wilayah ibukota Jakarta. Karenanya pembongkaran dan penertiban bakal digelar Pemprov DKI Jakarta untuk mengembalikan fungsi saluran tersebut secara maksimal. Dan melihat kondisi menyerupai itu, Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan pembongkaran bangunan-bangunan diatas saluran air.

Banjir Jakarta ialah polemik semua warga dan pemerintah yang harus segera diatasi. Sejarah dan penyebab banjir di DKI telah membuktikkan bahwa kesadaran insan itu sendirilah yang menjadi hal utama, dengan tidak membuang sampah pada tempatnya, dan tidak melaksanakan acara yang merugikan, secepatnya Jakarta sanggup terbebas dari banjir. Itu harapan kita semua, bukan?