Sejarah Komodo

Diposting pada 34 views

You’ll Never Walk Alone – Sekitar 40 juta tahun silam di Asia muncul spesies komodo yang dimulai dengan marga varanus, yang kemudian bermigrasi ke Australia. Selanjutnya 15 juta tahun yang kemudian para biawak raksasa ini bergerak menuju wilayah yang dikenal sebagai Indonesia sekarang, sebab pertemuan lempeng benua Australia dan Asia Tenggara. Komodo diyakini berevolusi dari nenek moyang Australia sekitar 4 juta tahun yang lampau, dan meluas penyebarannya hingga sejauh Timor.

Ketika tahun 1910 armada kapal Belanda menemukan makhluk misterius yang diduga “Naga” mendiami wilayah Kepulauan Sunda Lesser. Selanjutnya oleh Letnan Steyn Van Hensbroek, seorang penjabat Administrasi Kolonial Belanda di daerah Flores temuan ini ditindaklanjuti. Pada tahun 1912, Peter A. Ouwens, administrator Museum Zoologi di Bogor mempublikasikan komodo kepada dunia lewat disertasinya. Dalam pemberitaannya, Ouwens memberi saran nama kadal raksasa “Varanus Komodoensis” untuk komodo, sebagai pengganti julukan Komodo Dragon (Komodo Naga). 

Tentang Komodo 
Binatang komodo mempunyai panjang 3 meter dan berat 90 kg, ialah spesies kadal terbesar di dunia yang kini dinyatakan sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam di dunia.

Ukurannya yang besar ini bekerjasama dengan tanda-tanda gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya badan hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo dan laju metabolism komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal raksasa ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempat hidupnya. 

Hewan ini secara alami hanya ditemukan di Pulau Komodo, NTT, Indonesia. Hidup di padang rumput kering yang terbuka, sabana dan hutan tropis. Mereka aktif pada siang hari walaupun kadang kala aktif pada malam hari. 

Komodo sanggup berlari hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek, berenang sangat baik dan bisa menyelam sedalam 4,5 meter serta cendekia memanjat pohon memakai cakarnya yang kuat. Untuk menangkap mangsa di luar jangkauannya, binatang ini sanggup bangkit dengan kaki belakangnya dan memakai ekornya sebagai penunjang. 
Untuk tempat berlindung, binatang ini menggali lubang sedalam 1-3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat. Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo sanggup menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi berikutnya.

Tempat persembunyiannya biasanya berada di daerah perbukitan dengan semilir angin laut, terbuka dari vegetasi. Tempat ini umumnya merupakan lokasi strategis untuk menyergap rusa. 
Komodo sanggup menemukan mangsa dengan memakai penciumannya yang tajam dan sanggup menemukan binatang yang mati atau sekarat pada jarak hingga 9,5 kilometer.

Taman Nasional Komodo   

Pada tahun 1915 pemerintah Belanda balasannya menetapkan Pulau Komodo sebagai wilayah konservasi alam untuk binatang Komodo. Pada tahun 1986 Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai World Heritage Site (Situs Warisan Dunia) dan Man and Biosphere Reserve (Cagar Biosfer Dunia) oleh UNESCO.

Memiliki total luas sejumlah 1.817 km², di wilayah konservasi ini hidup 2500 ekor komodo yang tersebar di beberapa tempat utama yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang. Habitat komodo ialah alam terbuka dengan padang rumput savanna, hutan hujan, pantai berpasir putih, kerikil karang, dan pantai yang airnya jernih. Di daerah ini, sanggup ditemukan binatang lain menyerupai kuda, banteng liar, rusa, babi hutan jantan, ular, kera, dan aneka macam jenis burung. 

Taman Nasional Komodo juga mempunyai biota bawah maritim yang menakjubkan. Para penyelam menyatakan bahwa perairan komodo merupakan salah satu tempat menyelam terbaik di dunia. Dengan pemandangan bawah maritim yang memukau di mana terdapat 385 spesies karang yang indah, hutan mangrove dan rumput laut, juga sebagai rumah bagi ribuan spesies ikan, 70 jenis bunga karang, 10 jenis lumba-lumba, 6 macam paus, penyu hijau, dan aneka macam jenis hiu dan ikan pari. 

Lokasi ini sanggup dicapai dari Kupang, naik pesawat ke Ende kemudian diteruskan dengan minibus ke kota Labuhan Bajo selama 10 jam perjalanan, setibanya di sana menuju ke Pulau Komodo dengan memakai speed boat selama 2 jam.


Itulah Sejarah Komodo. Mohon maaf jikalau banyak terdapat kekurangan. Semoga bermanfaat.

Sumber : komodokita.org