Matikan Lampu Ketika Tidur, Tinjauan Sains Dan Proposal Rasulullah Saw

Diposting pada 30 views


Semakin malam semakin gelap badan kita akan merasa lelah dan mengantuk. Ini terperinci wajar, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar pineal meningkat seiring dengan semakinnya malam.

Hormon inilah yang mengakibatkan kita menjadi mengantuk di malam hari. Fungsi dari rasa kantuk yakni sebagai sinyal positif badan biar sege

ra mengistirahatkannya. Hormon yang mensugesti irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga terjadi sinkronisasi antara siklus tidur dengan siklus pergantian siang dan malam di lingkungan.

Dari Jabir Bin Abdullah bersama-sama Rasulullah bersabda:

“Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam kalau kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, baskom serta masakan dan minuman kalian. (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang Biolog, Joan Roberts menemukan rahasia sesudah melaksanakan percobaan pada hewan. Ketika binatang tersebut diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin nya (salah satu hormon dalam sistem kekebalan yang bisa memerangi dan mencegah aneka macam penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat) menurun dan sistem kekebalan tubuhnya melemah.

Rupanya, cahaya Lampu – menyerupai juga TV – mengakibatkan hormon menjadi sangat lelah. Keadaan malam yang gelap belakang layar berkolaborasi dengan tubuh. Hanya dalam keadaan yang benar-benar gelap badan menghasilkan Melantonin. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari – sekecil apapun sinarnya mengakibatkan Produksi hormon melantonin terhenti.

Tidur yang berkualitas dalam artian bahwa dalam selang waktu selama kita tidur, otak kita benar-benar dalam keadaan beristirahat. Sinar cahaya ketika kita tidur menimbulkan kualitas tidur kita kurang baik, ini dikarenakan sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak.

Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam ruangan tidur akan menembus hingga cuilan mata kita walaupun dalam keadaan terlelap, sinar tersebut akan memasuki ruangan stimulator yang nantinya direspon oleh otak. Dengan kata lain walaupun mata kita terpejam, tetapi kalau ada cahaya yang bersinar maka otak kita akan bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang masuk tersebut.

Tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya optimalisasi dalam detoksifikasi untuk menetralisir toksin yang mengontaminasi tubuh. Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimal ketika tidur. Mekanisme tersebut berkaitan dekat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin. Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati sanggup berjalan optimal, khususnya dalam pembentukan asam amino glutathione sebagai antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas.

Mencegah Kanker Payudara

Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert menyampaikan badan gres bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini yakni salah satu hormon kekebalan badan yang bisa memerangi dan mencegah aneka macam penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul kalau orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar menciptakan produksi hormon melatonin akan berhenti.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku ‘Avoiding Cancer One Day At A Time’ juga menuliskan wanita buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata wanita lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya sebab penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan badan yang lebih tinggi.

Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu lisan hiperbola dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Para ilmuwan mengklaim kalau seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa mengakibatkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.

Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menyampaikan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

“Orang-orang yang bangkit di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan mempunyai imbas pada jam biologis tubuh, sebab ini yakni prosedur yang sensitif,” ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University of Haifa.

Dr Rachel menambahkan bahwa ini yakni temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan. Namun sekarang ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala berisiko mengidap leukemia.

Para ilmuwan menemukan bahwa badan perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan sanggup menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut menyampaikan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah belum dewasa pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi perihal anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker tanggapan terlalu usang menggunakan lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah menggunakan lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara pukul 21.00 9 s/d pukul 20.00. Penelitian terdahulu telah menyampaikan bahwa orang-orang yang paling gampang terjangkit yakni para pekerja shift yang mempunyai resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin mempunyai risiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang bau tanah disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning kalau anak-anaknya takut pada kegelapan.