Kumpulan Cerpen Cinta Duka & Sejati

Diposting pada 23 views
Sedang mencari Cerpen cinta yang sedih, sejati dan romantis? Lanjutkan saja membaca artikel ini hingga akhir. Cerpen dalah karangan fiktif yang berisi sebagian kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh atau biasa disebut kisah pendek. Ciri-ciri cerpen yaitu, bersifat fiktif, panjangnya kurang dari 10.000 kata, hanya terdapat satu alur aja, dan mempunyai kesan tunggal.
 Lanjutkan saja membaca artikel ini hingga simpulan Kumpulan Cerpen Cinta Sedih & Sejati
Pada kesempatan kali ini akan membagikan kumpulan cerpen cinta sedih dan sejati. Cerpen dibawah ini merupakan karya dari cerpenis muda Indonesia yang sangat berbakat dan patut kita beri apresiasi.

Cerpen Cinta


Kami Merindu Imam Yang Sholeh
Karya : Cloudistie Shofayna Aisyah

Kami yaitu seorang wanita.
Wanita yang mendamba suami sholeh.
Ketika krisis akhlaq melanda kami,ku ingin engkau menjadi pelurus kami,,bukan kau malah semakin menjatuhkan kami.

Kami yaitu seorang perempuan yang ingin berguru untuk menjadi perempuan sholehah.
Kami benar2 mendamba dan merindu imam yang sholeh untuk menjadi pendamping hidup kami.

Biarkan kau jadi kumbang,kami jadi bunganya. Dimana sanggup saling bersimbiosis mutualisme

Biarkan kau jadi atapnya,kami yang jadi rumahnya. Yang senantiasa selalu menaungi kami dikala panas menyengat dan ketika hujan membasahi bumi.

Kami sangat berharap kau kelak akan mempersunting kami dengan sejuta keimanan dan ketaqwaanmu kepada Allah..
Jangan biarkan kami tesesat di lembah nista yang tak Alloh ridhoi.
Miliki kami dengan cara yang halal,wahai laki2 sang penyejuk hati.

Dikala suatu ketika nanti kami mengandung anakmu. Kau akan selalu setia merawat kami hingga nanti usia kandunganku menginjak 9 bulan. Kasih sayang dan cintamu selalu terpancar untuk kesehatan kami,istrimu dan janin yang saya kandung.

Dikala persalinan telah tiba,engkau suamiku yang sholeh,senantiasa mendampingi dan memberi support kepada kami hingga berderai tangis dan berharap semoga kami istrimu dan anakmu akan selamat dalam kelahiran.

Hingga kelak kau dan saya akan membesarkannya dengan penuh kesabaran.

Sosokmu begitu setia
Pembawaanmu begitu tenang
Diammu penuh taqwa serta keimanan
Bicaramu penuh akal dan kejujuran
Pedulimu penuh dengan kasih sayang dan kecintaan
Akhlaqmu begitu mencermikan kebaikan dan kelembutan
Dan senyummu penuh dengan kedermawanan.

Kau yaitu laki2 yang kami damba
Setiap 5 waktu dan malamku tak hentinya ku berdoa
Allahumma sa’khirli zaujan sholikhan yakhtibuni wayatazau wajubi wayaqunu sahibanli fiddunya wal jannah.

Semoga imamku yang sholeh kan jdi nyata.
Amin.

So..cukupkan hatimu pada Allah.

==========================

Dia Cinta Pertamaku
Karya: Mita

Pertama kali saya jatuh cinta dulu waktu umur 10 tahun. Waktu itu rasanya masih terlalu cepat untuk anak seumuranku mengenal cinta. Pada umur 10 tahun itu pula, saya pertama kali mengenal kata pacaran. Sebut saja ia cinta pertama sekaligus pacar pertama untukku. Karena namanya anak-anak, pacarannya juga seolah main-main dan kekanak-kanakan. Tapi perasaan itu seakan masih membekas hingga sekarang. Kenangan kebersamaannya juga seakan masih teringat jelas. Aku pikir itu bukan cinta biasa.
Sekarang umurku belum genap 16 tahun. Lima tahun lebih berlalu sejak itu. Hubungan yang dijalin itu memang telah berakhir dua tahunan yang lalu, ketika saya dan ia tetapkan berpisah. Waktu ketika kami mulai sama-sama memasuki kursi SMP. Pemikiran yang remaja memang ketika saya berpikir bahwa saya tidak begitu lagi mencintainya.
Ternyata perpisahan waktu itu bukan pilihan yang tepat. Tanpa kusadari di hatiku masih ada dia, entah itu sebab saya melihatnya setiap hari atau apa tapi sanggup jadi sebab kami masih satu sekolah. Mungkin sebab tidak terlalu besarnya cintaku padanya, saya pun seolah hirau pada hatiku yang menyampaikan saya masih mencintainya. Dan saya pun menjalin kekerabatan dengan seseorang, seseorang yang pada jadinya menciptakan saya menunggu sangat lama, seseorang yang seolah mempermainkan saya dan seseorang yang menciptakan saya menyesal telah mengabaikan perasaan bahwa saya masih mencintainya, cinta pertamaku. Tidak tidak, itu bukan sebuah penyesalan yang pantas disesali.
Dan untuk ketiga kalinya, saya kembali menjalin hubungan. Aku menyerupai menjadi orang jahat waktu bersamanya, selalu melaksanakan tindakan sesukaku. Huh, saya seolah melampiaskan perasaanku pada orang ini. Tapi mengapa ia teramat baik untuk itu? Apakah bila saya kembali memutuskannya, ia akan baik-baik saja? Aku hanya tak ingin kembali menyakitinya oleh sebab sifatku yang menyerupai ini. Mungkin memang saya aneh, tapi dibalik itu semua saya menyayanginya.
Aku tidak terlalu mempercayai itu cinta. Karena saya juga dibesarkan di keluarga yang tidak terlalu banyak cinta. Aku mungkin seorang yang kesepian, seorang yang hanya sanggup memendam semuanya sendiri. Bagaimana dengan orang yang kusebut sahabat? Berpikir mereka mempunyai masalahnya masing-masing, itu tak duduk kasus bila saya tidak begitu mau menyebarkan masalahku.
Hari-hariku ku jalani dengan selalu berharap bahwa esok akan lebih baik. Selalu berusaha memperlihatkan bahwa hidupku tidak mempunyai duduk kasus dan saya orang yang paling senang di dunia ini serasa melelahkan. Semuanya kebohongan. Saat hatiku merasa lelah dengan semua ini, ketika itu pula saya selalu merindukannya. Dia yang biasanya menyandarkan bahunya untukku ketika saya merasa sedih. Dimana ia ketika ini? Mengapa saya terlambat menyadari bahwa ia teramat berarti untukku.
Otakku menjadi galau ketika saya memikirkan mengapa saya bersedih ketika saya mengetahui ia sudah mempunyai kekasih gres dan sangat senang bila suatu hari ia berpisah dengan kekasihnya itu. Ada apa denganku? Padahal jelas-jelas saya menyampaikan saya tidak begitu menyukainya lagi. Tapi mengapa ketika ia menatapku, hatiku seolah masih bergetar? Dia, cinta pertamaku, mengapa kini ia menimbulkan saya orang yang egois? Aku hanya ingin ia mencintaiku, saya hanya ingin hanya saya di hidupnya padahal cintaku sendiri tidak sepenuhnya untuknya, hatiku bahkan kini seolah menyampaikan saya menyayangi orang lain. Tapi mengapa ia seolah abadi dalam hatiku ini?
Hingga suatu ketika orang lain yang kucintai itu menentukan pergi meninggalkanku. Aku merasa sedih, hatiku seolah hancur. Orang lain itu mengapa seenaknya untuk tiba pergi, mengapa orang lain itu selalu menghancurkan hatiku dan kemudian memperbaikinya. Dan mengapa orang lain itu menyerupai telah menimbulkan saya orang yang sangat mencintainya. Tidak, orang lain itu bukan menjadi orang lain lagi, orang lain itu telah menjadi orang yang penting di hidupku. Otakku tidak begitu jago untuk sanggup mengerti hati, bahkan wacana perasaan ini masih sulit dimengerti. Saat saya menyampaikan saya mencintainya, tapi hatiku juga menegaskan bahwa di sisi lain nama cinta pertamaku itu masih belum hilang. Oh Tuhan, mengapa ketika hatiku hancur sebab orang lain itu, Kau malah mengirimkan ia “cinta pertamaku” untuk menghiburku.
Dia kembali menyampaikan bahwa ia masih mencintaiku. Kata-kata itu menyerupai menjadi alasan saya tersenyum namun tidak begitu ku indahkan. Aku buat ia menunggu, padahal saya tau tanggapan hatiku yang tak sanggup menerimanya lagi. Ya, hingga suatu ketika orang lain yang begitu saya cinta itu tiba kembali. Entah sebab saya terbelakang atau apa, saya menyambutnya dengan penuh senyuman dan kebahagiaan. Aku meninggalkan ia “cinta pertamaku” sebab orang lain tanpa berpikir apa yang akan terjadi padanya. Tapi ia tidak pernah bosan tiba dan tiba lagi kepadaku dan saya pun selalu menolaknya.
Hingga suatu ketika ia tiba lagi tapi bukan untuk menyampaikan “dia mencintaiku” melainkan orang lain. Dadaku terasa sesak ketika itu dan hatiku seakan sakit. Bagaimana mungkin saya seperti? Mengapa saya begitu egois. Tidak selamanya ia akan selalu mencintaiku, tidak selamanya ia rela menunggu. Aku hanya sanggup menahan tangis dan menyampaikan “Berbahagialah. Aku tau suatu ketika nanti kau niscaya menemukan orang yang lebih dari aku”. Dia hanya membalas dengan senyum, dan saya melanjutkan dalam hati “Tapi bisakah walaupun kau menyayangi orang lain ketika ini, saya akan selalu ada di hatimu itu dan selalu abadi disitu”.
==========================
Kotak Musik Pengungkap Cinta
Karya
Nona Nada Damanik
Siang itu panas matahari seakan memperabukan kulitku, kutelusuri jalan demi jalan untuk melarikan diri dari orang-orang di rumahku yang tak pernah akur. Ayah dan ibuku selalu saja bertengkar. Ayahku memang sangat kejam, ia selalu menyakiti hati ibuku. Sedangkan abang laki-laki ku selalu saja melawan ayah dan ibuku. Untuk apa saya berada di rumah ini? Aku butuh seseorang yang mau mendengarkan belakang layar di balik kehidupanku ini. Aku tak tau harus mengadu kepada siapa.
Di balik peluhku yang terus berjatuhan, sesuatu melintas dipikiranku. Aku tau harus kemana! Aku akan menemui Vincent, sahabat laki-laki yang sangat saya sayangi. Aku tak pernah dibuatnya berkecil hati. Memang sudah usang saya menyukai Vincent, sahabatku yang paling manis. Entah dari mana saya memulainya. Aku sudah jatuh terlalu dalam ke dalam hatinya. Tapi ia tak pernah sekalipun menoleh kearahku dan menyadari kalau sosoknya sangat berharga dimataku. Sudah begitu usang ku pendam perasaanku kepadanya. Tapi… Ah! Biarlah waktu yang akan menyampaikan kepadanya.
Di tengah keterikan sang surya, saya berusaha menelepon dia. Sudah tiga kali saya meneleponnya tapi tak di angkat. Setelah mencoba beberapa kali, jadinya ia mengangkat teleponku.
“Halo Nesya. Ada apa? Sorry ya, saya gres main basket di sekolah”
“Oh kau main basket. Pantesan aja gak kedengeran telpon ku. Vin, saya mau curhat nih sama kamu. Bisa nggak?”
“Oh. Bisa banget, Nes. Kamu tiba ke sekolah aja ya. Aku gak sanggup jemput kamu. Aku gak bawa motor.”
“Oke, Vin. Kamu tunggu ya.”
Aku hingga di kawasan tujuan, sekolah. Aku menemui Vincent yang tengah bermain basket bersama sahabat satu klub nya. Aku menatapi ketampanannya. Setiap kali melihatnya hatiku selalu tenang. Entah kenapa, saya begitu suka melihat senyumnya. Aku tak sadar bila ia sudah menoleh ke arahku dan melemparkan senyumnya kepadaku. Akupun membalas dengan senyum simpul.
“Nes, ayo kesini. Main basket, biar saya ajarin.”
Aku tiba menghampirinya. “Nggak ah, Vin. Aku mau kisah sama kau nih.”
“Oh, ya sudah Nes. Ayo kita duduk di kantin saja.”
Kami bergegas ke kantin. Terlihat begitu sunyi, kemudian kami segera duduk dan sejenak Vincent menghapus keringatnya yang mengucur deras itu. Dia begitu tampan, ia yaitu sosok yang pemberani dimataku. Dia selalu menjagaku. Entah, ia menyukaiku atau tidak. Dan saya tau jawabannya niscaya tidak.
“Panas banget kan Vin?”
“Iya Nes, kau gak kepanasan? Kalo kau kepanasan, biar saya beli minuman.”
“Ah nggak usah Vin. Gak panas kok.”
“Hmm. Ya sudah Nes.” Sambil tersenyum kecil kepadaku.
“Vin, saya mau kisah wacana orangtua saya nih.”
“Kenapa dengan mereka Nes?”
“Ayah dan ibuku selalu bertengkar, sedangkan kakakku selalu menyusahkan ibuku. Aku sangat sedih.”
“Memangnya penyebab ayah dan ibu kau bertengkar apa Nes?”
Aku menceritakan semuanya kepada Vincent. Tampak langit yang tadinya begitu terik bermetamorfosis mendung dalam waktu 1 jam. Begitu cepat, dan tidak ada yang menduga-duga. Ya memang begitulah kekuasaan-Nya.
“Vin, rasanya saya sudah tidak betah hidup lagi. Aku ingin sekali mengakhiri hidupku.”
“Astaga Nesya… Kenapa kau jadi terbelakang menyerupai ini? Kamu mau lihat ibu kau terus-terusan nangis?”
“Enggak Vin. Aku sayang banget sama ibu. Tapi saya ga tau harus gimana. Perempuan jalang itu sudah merusak segalanya. Dia sudah merebut kebahagiaan keluargaku.”
“Nesya, Tuhan tidak membiarkanmu dan Tuhan tidak melupakanmu. Tuhan hanya memberi cobaan kecil kepada kamu. Kamu gak boleh mengalah gitu aja. Kesabaran kau sedang di uji, Nes. Yang Maha Kuasa niscaya membalaskan perbuatan perempuan itu. Tidak mungkin Tuhan melupakan gadis baik dan elok sepertimu.”
Mendadak halilintar bergemuruh, sesaat itupun hujan turun dengan derasnya.
“Tuh kan, Nes. Hujan turun ketika kau nangis. Tandanya langitpun menangis melihat kau menangis”
Vincent memelukku dengan eratnya. Sedangkan saya hanya sanggup berisak tangis dan terus menangis.
“Udah… udah Nes. Jangan nangis lagi ya sayang” Vincent menghapus air mataku dengan jemarinya. Dia menatapku dalam sambil mengelus rambutku.
“Tuh kan, Nes. Cantiknya jadi hilang.” Seketika saya membalas pelukannya dengan erat.
“Vin, saya sayang sama kamu. Aku suka sama kamu, sudah usang banget” kataku dengan menatap matanya.
“Iya, Nes. Aku tau kok, dan saya juga sayang sama kamu. Bukan sekedar sahabat. Aku mau kau menjadi milikku dan saya berjanji selalu ada buat kau dan menjaga kamu.” Katanya.
“Iya, Vin. Janji yah?” saya menjulurkan kelingkingku ke arahnya. Dan ia melingkarkan kelingkingnya ditanganku.
“Janji jari kelingking Nesya” Dia melanjutkan pelukan hangatnya dan memperlihatkan sebuah kecupan kecil di dahiku.
Entahlah, hujan ini menggambarkan apa atau ia hanyalah hujan saja. Hanya sekedar. Dan entahlah, akan berapa banyak kata entah lain untuk menggambarkan hujan ini. Namun dari seluruh yang entah itu, ada satu yang masih sering membuatku mengingat lafal dari mulutnya yang selalu membuatku tersenyum.
Hujan yang turun sore ini membuatku mengingat kejadian 5 tahun kemudian dengan sahabat sekaligus kekasihku, Vincent. Dia menepati janjinya hingga kini. Dia yaitu ayah dari seorang gadis kecilku. Aku menyayanginya dan mencintainya. Janji jari kelingking itu menyimbolkan kesumpah setiaannya kepadaku. Dia benar-benar menjadi pelindungku. Dan itu sudah usang terjadi, bahkan sebelum saya menjadi kekasihnya ataupun istrinya. Dengan hal ini semua saya teringat lagu utopia-hujan.
Rinai hujan basahi aku, temani sepi yang mengendap. Kala saya mengingatmu, dan semua ketika elok itu. Segalanya menyerupai mimpi, kujalani hidup sendiri. Andai waktu berganti, saya tetap takkan berubah. Aku selalu senang ketika hujan turun. Karena saya sanggup mengenangmu untukku sendiri. Selalu ada kisah tersimpan di hatiku. Tentang kau dan hujan, wacana cinta kita yang mengalir menyerupai air. Aku selalu bahagia, ketika hujan turun. Karena saya sanggup mengenangmu untukku sendiri. Aku sanggup tersenyum sepanjang hari, sebab hujan pernah menahanmu disini untukku…

Cerpen Cinta

Beberapa kumpulan cerpen wacana cinta menyerupai diatas dibutuhkan sanggup memuaskan hasrat membaca Anda dan menghibur, serta meramaikan waktu luang Anda. Itulah kumpulan cerpen cinta yang sanggup disampaikan. Semoga bermanfaat.