Kita Memang Tidak Berjodoh, Tapi Kau Pernah Menghias Hidupku

Diposting pada 62 views

 

Kita Memang Tidak Berjodoh, Tapi Kau Pernah Menghias Hidupku

Kita memang tidak berjodoh tapi setidaknya Kamu pernah menghiasi hidupku dengan keindahan. Setiap Pasangan memang menginginkan relasi yang senang dengan status relasi yang jelas, hidup senang bersama, cinta yang utama dihati untuk selamanya. Kita mencicipi dan menyadari hal itu, tapi semenjak detik itu Kita harus menentukan jalan sendiri-sendiri. Keinginanku untuk bisa hidup bersama Kamu lenyaplah sudah, entah apakah Kamu juga pernah punya impian ibarat itu, Aku tidak tahu yang sebenarnya.

Semua perjalanan dan rencana yang pernah Kita buat, sekarang terkubur bersama dengan kenangan. Tidak berbekas dalam kenyataan tapi membekas berpengaruh didalam ingatan. Dulu Aku bisa menemani dan menjaga setiap Kamu melangkah, bahkan bisa dikatakan bisa untuk melangkah bersama. Tapi sekarang Aku hanya bisa mengamati dikala Kamu melangkah semakin jauh meninggalkanku.

Diri ini sadar suatu dikala niscaya akan mencicipi kerinduan yang sangat mendalam terhadapmu, meskipun Aku harus bisa menahan kerinduan tersebut. Bertahan dan terus berharap padamu bagaikan berdiam diri didalam kobaran api, tapi berjalan menjauh juga terasa ibarat menginjak bara, semakin jauh akan semakin menyakitkan.

Yang niscaya Kamu harus tahu bahwa diri ini masih mempunyai rasa sayang yang teramat besar. Tapi tetap saja Kita tidak ditakdirkan untuk bersama. Siap tidak siap, mau tidak mau, Aku harus bisa melalui ini, Kamu pun demikian. Keinginanku terhadapmu cuma satu, Aku berharap Kamu benar-benar senang meskipun tidak denganku. Tentunya dengan Orang yang ditakdirkan bersama Kamu sampai simpulan hayat. Aku tidak akan pernah melupakan cerita cinta Kita yang teramat indah. Biarkan semua itu menjadi diam-diam Aku sampai menutup mata nanti.

Saat nanti bertemu dengan jodohmu, pesanku jangan membandingkan. Karena meskipun cuma setitik tinta, niscaya Aku mempunyai satu kelebihan yang tidak akan dimiliki oleh jodohmu nanti. Terima Dia dalam keadaan apapun alasannya yaitu memang sudah menjadi tugasmu.

Sesekali, Aku akan menyebut nama Kamu dalam doaku. Memohon padaNYA semoga Kamu tidak mencicipi apa yang Aku rasakan dikala ini. Kuberikan senyum lapang dada untukmu ketika Kamu senang nanti, Aku tidak akan berusaha merusak kebahagiaanmu. Kamu tidak perlu memikirkan jalanku, tidak perlu merasa ingin tahu apa yang terjadi nanti. Sebab Aku hanya berjalan dalam perbaikan untuk menemukan kebahagiaan yang mungkin akan disiapkan untukku.

Kalaupun dalam perjalanan Aku tidak menemukan kebahagiaan yang seharusnya Aku dapatkan, setidaknya ada kenangan indah bersamamu sebelum Tuhan memanggilku. Maafkan segala salahku selama ini, maaf tidak bisa menjaga perasaan ini, tidak bisa menjaga keutuhan relasi Kita, dan Kamu tidak perlu meminta maaf alasannya yaitu Aku sudah memaafkan segala ketidaksengajaan yang pernah Kamu lakukan.

Semoga Kamu senang dan Aku juga demikian meskipun harus menentukan jalan sendiri-sendiri. Tidak apa-apa Kita tidak jodoh, yang penting Kamu pernah menciptakan hidupku terasa indah. Terima kasih untuk semua yang pernah Kamu berikan dan lakukan untukku, itu tidak sebanding dengan apapun, bahkan tidak sebanding dengan apa yang Aku lakukan untukmu. Selamat tinggal, untukmu yang pernah menyayangiku.