Kebudayaan Bali

Diposting pada 51 views


 
You’ll Never Walk Alone – Kebudayaan Bali pada hakikatnya dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber pada aliran agama Hindu. Masyarakat Bali mengakui adanya perbedaaan ( rwa bhineda ), yang sering ditentukan oleh faktor ruang ( desa ), waktu ( kala ) dan kondisi riil di lapangan ( patra ). Konsep desa, kala, dan patra menyebabkan kebudayaan Bali bersifat fleksibel dan selektif dalam mendapatkan dan mengadopsi imbas kebudayaan luar.
Sejarah
Bali berasal dari kata “Bal” dalam bahasa Sansekerta berarti “Kekuatan”, dan “Bali” berarti “Pengorbanan” yang berarti semoga kita tidak melupakan kekuatan kita. Supaya kita selalu siap untuk berkorban. Bali mempunyai 2 pendekar nasional yang sangat berperan dalam mempertahankan wilayahnya yaitu I Gusti Ngurah Rai dan I Gusti Ketut Jelantik.

Deskripsi Lokasi
Pulau Bali adalah belahan dari Kepulauan Sunda Kecil yang beribu kota Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya ialah Ubud sebagai sentra seni terletak di Kabupaten Gianyar, sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, dan Nusa Dua ialah beberapa tempat yang menjadi tempat tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan. Suku bangsa Bali dibagi menjadi 2 yaitu: Bali Aga (penduduk orisinil Bali biasa tinggal di tempat trunyan), dan Bali Mojopahit (Bali Hindu / keturunan Bali Mojopahit).
Unsur-unsur Budaya

A. Bahasa
Bali sebagian besar memakai bahasa Bali dan bahasa Indonesia, sebagian besar masyarakat Bali ialah bilingual atau bahkan trilingual. Bahasa Inggris ialah bahasa ketiga dan bahasa abnormal utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata. Bahasa Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar, dan bahasa Bali Mojopahit.yaitu bahasa yang pengucapannya lebih halus.
B. Pengetahuan
Banjar atau sanggup disebut sebagai desa ialah suatu bentuk kesatuan-kesatuan social yang didasarkan atas kesatuan wilayah. Kesatuan social tersebut diperkuat oleh kesatuan budbahasa dan upacara keagamaan. Banjar dikepalahi oleh klian banjar yang bertugas sebagai menyangkut segala urusan dalam lapangan kehidupan sosial dan keagamaan,tetapi sering kali juga harus memecahkan soal-soal yang meliputi aturan budbahasa tanah, dan hal-hal yang sifatnya manajemen pemerintahan.C. Teknologi
Masyarakat Bali telah mengenal dan berkembang system pengairan yaitu system subak yang mengatur pengairan dan penanaman di sawah-sawah. Dan mereka juga sudah mengenal arsitektur yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan yang mirip bangunan Feng Shui. Arsitektur merupakan ungkapan perlambang komunikatif dan edukatif. Bali juga mempunyai senjata tradisional yaitu salah satunya keris. Selain untuk membela diri, berdasarkan kepercayaan kalau keris pusaka direndam dalam air putih sanggup menyembuhkan orang yang terkena gigitan hewan berbisa.

 

D. Organisasi Sosial

a). Perkawinan
Penarikan garis keturunan dalam masyarakat Bali ialah mengarah pada patrilineal. System kasta sangat mensugesti proses berlangsungnya suatu perkawinan, sebab seorang perempuan yang kastanya lebih tinggi kawin dengan laki-laki yang kastanya lebih rendah tidak dibenarkan sebab terjadi suatu penyimpangan, yaitu akan menciptakan malu keluarga dan menjatuhkan gengsi seluruh kasta dari anak wanita.
Di beberapa tempat Bali ( tidak semua tempat ), berlaku pula budbahasa penyerahan mas kawin ( petuku luh), tetapi kini ini terutama diantara keluarga orang-orang terpelajar, sudah menghilang.
 
b). Kekerabatan
Adat menetap diBali setelah menikah mensugesti pergaulan kekerabatan dalam suatu masyarakat. Ada macam 2 budbahasa menetap yang sering berlaku diBali yaitu budbahasa virilokal ialah budbahasa yang membenarkan pengantin gres menetap disekitar sentra kediaman kaum kerabat suami,dan budbahasa neolokal ialah budbahasa yang memilih pengantin gres tinggal sendiri ditempat kediaman yang baru. Di Bali ada 3 kelompok klen utama (triwangsa) yaitu: Brahmana sebagai pemimpin upacara, Ksatria yaitu : kelompok-klompok khusus mirip arya Kepakisan dan Jaba yaitu sebagai pemimpin keagamaan.

c). Kemasyarakatan
Desa, suatu kesatuan hidup komunitas masyarakat bali meliputi pada 2 pengertian yaitu : desa budbahasa dan desa dinas (administratif). Keduanya merupakan suatu kesatuan wilayah dalam hubungannya dengan keagamaan atau pun budbahasa istiadat, sedangkan desa dinas ialah kesatuan admistratif. Kegiatan desa budbahasa terpusat pada bidang upacara budbahasa dan keagamaan, sedangkan desa dinas terpusat pada bidang administrasi, pemerintahan dan pembangunan.

E. Mata Pencaharian
Pada umumnya masyarakat bali bermata pencaharian lebih banyak didominasi bercocok tanam, pada dataran yang curah hujannya yang cukup baik, pertenakan terutama sapi dan babi sebagai perjuangan penting dalam masyarakat pedesaan di Bali, baik perikanan darat maupun bahari yang merupakan mata pecaharian sambilan, kerajinan meliputi kerajinan pembuatan benda anyaman, patung, kain, ukir-ukiran, percetakaan, pabrik kopi, pabrik rokok, dll. Usaha dalam bidang ini untuk memperlihatkan lapangan pekerjaan pada penduduk. Karena banyak wisatawan yang mengunjungi bali maka timbullah perjuangan perhotelan, travel, toko kerajinan tangan.

F. Religi
Agama yang di anut oleh sebagian orang Bali ialah agama Hindu sekitar 95%, dari jumlah penduduk Bali, sedangkan sisanya 5% ialah penganut agama Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Kong Hu Cu. Tujuan hidup aliran Hindu ialah untuk mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup lahir dan batin.orang Hindu percaya adanya 1 Tuhan dalam bentuk konsep Trimurti, yaitu wujud Brahmana (sang pencipta), wujud Wisnu (sang pelindung dan pemelihara), serta wujud Siwa (sang perusak). Tempat beribadah dibali disebut pura. Tempat-tempat pemujaan leluhur disebut sangga. Kitab suci agama Hindu ialah weda yang berasal dari India.

Orang yang meninggal dunia pada orang Hindu diadakan upacara Ngaben yang dianggap sanggat penting untuk membebaskan arwah orang yang telah meninggal dunia dari ikatan-ikatan duniawinya menuju surga. Ngaben itu sendiri ialah upacara pembakaran mayat. Hari raya umat agama hindu ialah Nyepi yang pelaksanaannya pada perayaan tahun gres saka pada tanggal 1 dari bulan 10 (kedasa), selain itu ada juga hari raya galungan, kuningan, saras wati, tumpek landep, tumpek uduh, dan siwa ratri.

Pedoman dalam aliran agama Hindu yakni : (1).tattwa (filsafat agama), (2). Etika (susila), (3).Upacara (yadnya). Dibali ada 5 macam upacara (panca yadnya), yaitu (1). Manusia Yadnya yaitu upacara masa kehamilan hingga masa dewasa. (2). Pitra Yadnya yaitu upacara yang ditujukan kepada roh-roh leluhur. (3).Dewa Yadnya yaitu upacara yang diadakan di pura / kuil keluarga.(4).Rsi yadnya yaituupacara dalam rangka peresmian seorang pendeta. (5). Bhuta yadnya yaitu upacara untuk roh-roh halus disekitar insan yang mengganggu manusia.

G. Kesenian
Kebudayaan kesenian di bali di golongkan 3 golongan utama yaitu seni rupa contohnya seni lukis, seni patung, seni arsistektur, seni pertunjukan contohnya seni tari, seni sastra, seni drama, seni musik, dan seni audiovisual contohnya seni video dan film.

Nilai-nilai Budaya
1. Tata krama : kebiasaan sopan santun yang di sepakati dalam lingkungan pergaulan antar insan di dalam kelompoknya.
2. Nguopin : gotong royong.
3. Ngayah atau ngayang : kerja bakti untuk keperluan agama.
4. Sopan santun : budbahasa korelasi dalam sopan pergaulan terhadap orang-orang yang berbeda sex.

Aspek Pembangunan
Di Bali jenis mata pencahariannya ialah bertani disawah. Mata pencaharian pokok tersebut mulai bergeser pada jenis mata pencaharian non pertanian. Pergeseran ini terjadi sebab bahwa pada ketika kini dengan berkembangnya industri pariwisata di tempat Bali, maka mereka menganggap mulai berkembanglah pula terutama dalam mata pencaharian penduduknya.

Sehingga kebanyakan orang menjual lahannya untuk industri pariwisata yang dirasakan lebih besar dan lebih cepat dinikmati. Pendapatan yang diperoleh ketika ini kebanyakan dari mata pencaharian non pertanian, mirip : tukang, sopir, industri, dan kerajinan rumah tangga. Industri kerajinan rumah tangga mirip memimpin perjuangan selip tepung, selip kelapa, penyosohan beras, perjuangan bordir atau jahit menjahit.