Keajaiban Jabal Magnet Di Madinah

Diposting pada 24 views
akan memperlihatkan isu wacana Jabal Magnet Keajaiban Jabal Magnet Di Madinah

Keajaiban Jabal Magnet Di Madinah – Kali ini akan memperlihatkan isu wacana Jabal Magnet, yang berada di Madinah, Arab Saudi. Fenomena alam tak kunjung habis di Madinah dan Mekah. Kini, Jabal (Gunung) Magnet menjadi fenomenal dan banyak dibicarakan jemaah umrah.Kelebihannya, bisa mendorong kendaraan dengan kecepatan 120 km per jam dengan posisi persneling netral.

Namanya memang tak setenar dengan tempat bersejarah lainnya yang ada di kota suci Medinah dan Mekah, seperti

Jabal Uhud, Baqi’ Jabal Rahmah, dan lainnya. Tapi, belakangan ini, Jabal Magnet mengundang jemaah Arab maupun umrah untuk tiba mencicipi kelebihannya.

Wartawan Fajar mencoba menelusuri gunung ini dengan merental taksi. Tarif untuk ke tempat ini tergantung dari nego dengan sopir. Biasanya 100 hingga 400 riyal. Lokasinya memang cukup tidak mengecewakan dari Kota Medinah, sekitar 40 km menuju arah Kota Tabuk. Jabal Magnet berada di luar daerah haram, sehingga bebas dikunjungi warga non muslim.

Jika dilihat secara kasat mata, gotong royong tidak jauh beda dengan daerah lainnya, yakni berupa bukit-bukit kerikil gersang menyerupai yang banyak mengelilingi Kota Medinah. Hanya ketika kendaraan hingga di jalan raya di antara perbukitan tersebut, gres akan mencicipi ada suatu keanehan.

Persneling Netral, Mobil ‘Didorong’ Menjauhi Jabal Magnet
Sebab jalan sepanjang sekitar 4 km di daerah perbukitan ini diyakini mempunyai daya dorong. Mobil akan berjalan dengan kecepatan tinggi menjauhi Jabal Magnet, meskipun persneling kendaraan beroda empat dalam posisi netral.

Hal itu dirasakan penulis bersama dua jemaah lainnya, Nursan dan Rusli Rasyid. Saat taksi yang kami tumpangi menuju arah selatan, Jawahir, 42, sopir taksi asal Kerawang, Jawa Barat ini mengaku kendaraan menjadi sangat berat meskipun medan jalan tidak begitu menanjak.

Makin usang bahkan ia terpaksa memindahkan persneling kendaraan beroda empat ke posisi satu, alasannya kesulitan bergerak hingga kecepatannya hanya 15 hingga 20 km per jam. Padahal, dengan kondisi jalan yang tidak terlalu menanjak, seharusnya dengan persneling dua, taksi masih kuat.

Dengan laju yang berat itu, Jawahir yakin ada imbas magnet yang menahan gerakan mobil. Sebaliknya, ketika kendaraan beroda empat berbalik arah menuju Medinah, sopir yang sudah enam tahun tinggal di kota ini mengaku taksinya melaju dengan kecepatan tinggi, meskipun persneling dalam posisi netral. Kian usang kecepatan kendaraan makin tinggi. Bahkan, gres sekitar 3 km, kecepatan taksi ini sudah memperlihatkan angka 120 km per jam.

1. Bisa Mencapai 120 Km per Jam

Karena penasaran, penulis maupun Nursan, jemaah dari Maros itu bergantian menyetir kendaraan tersebut. “Ternyata benar, ini suatu keajaiban. Masa dalam posisi netral, kecepatan kendaraan beroda empat bisa hingga 120 km per jam. Ini niscaya ada daya dorong dari gunung tersebut,” tunjuk Nursan ke arah gunung di sekitar jalan tersebut.
Rusli Rasyid juga tak mau ketinggalan. Mantan pembalap drag race di Makassar ini, mengaku banyak tahu wacana kecepatan kendaraan. Saat kendaraan beroda empat tersebut disetir ke arah Kota Tabuk, adalah arah ke Jabal Magnet, beliau hanya bisa menginjak gas hingga kecepatan 50 km per jam. “Ini saya injak sudah full, suara lagi di kepingan bawah.

Berarti kita tidak bisa paksa,” ujarnya. Saat persneling dikembalikan ke posisi netral, perlahan-lahan kendaraan beroda empat tersebut berhenti. Sebaliknya, ketika Rusli mencoba ke arah Medinah dengan posisi persneling netral, jarum kilometer kendaraan beroda empat malah memutar hingga ke titik 120 km per jam.

Memang medan jalan menuju Kota Medinah agak menurun, namun dengan kondisi demikian tidak masuk akal akselerasi kendaraan beroda empat begitu cepat. Bahkan, gotong royong laju kendaraan bisa lebih tinggi lagi, tapi Nursan maupun Rusli tidak berani kemudian mengeremnya alasannya tidak bisa mengendalikannya.

2. Batas Area Jabal Magnet

Tidak ada batasan yang jelas, mulai dari mana jalan yang mempunyai daya magnet itu. Tapi bila dirasakan, imbas magnet itu mulai bila kendaraan melaju dari bendungan air yang letaknya tak jauh dari putaran hingga bukit menjelang belokan ke Medinah. Setelah sekitar melaju lima km, kecepatan kendaraan beroda empat mulai berkurang sedikit demi sedikit, padahal jalan masih menurun. Akhirnya, kendaraan beroda empat mempunyai kecepatan lambat ketika berada di depan bendungan air.
Hal yang sama dirasakan ketika Koordinator Kopertis Wilayah IX Prof Aminuddin Salle yang juga menyambangi tempat ini. Ia mengaku membayar taksi hingga 400 riyal hanya alasannya ingin tau ingin mengetahui tempat yang unik itu. “Saya hanya pernah dengar, makanya kesempatan ini saya manfaatkan untuk mencicipi daya dorong dari gunung magnet itu. Ternyata betul. Subhanallah,” ujar Aminuddin Salle.

Belum diketahui secara terang apa relasi antara magnet dengan laju kendaraan. Sampai ketika ini juga belum ada penelitian wacana daya dorong magnet itu oleh dari ahli. “Tidak ada penelitian. Ini juga sekadar isu dari lisan ke lisan hingga banyak orang yang tertarik main ke sini,” dongeng Jawahir.

Namun, dari sejumlah isu yang berkembang di Medinah, menyebutkan, dulunya Jabal Magnet ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang Arab Baduy. Saat itu si Arab ini menghentikan mobilnya alasannya ingin buang air kecil. Namun alasannya sudah kebelet, ia mematikan mesin mobil, tapi tidak memasang rem tangan.

Ketika sedang enak-enaknya pipis, ia kaget bukan kepalang, mobilnya berjalan sendiri dan makin usang makin kencang. “Ia berusaha mengejar, tapi tentu saja tidak berhasil. Dan berdasarkan kisahnya, mobilnya tersebut gres berhenti sehabis melenceng ke tumpukan pasir di samping jalan,” ungkap Jawahir.

3. Obyek Wisata Baru

Sejak itu, dongeng tersebut menyebar ke aneka macam pelosok dan ramai dikunjungi warga, baik dari Arab sendiri maupun dari negara lain. Bahkan berdasarkan ceritanya, sebagian warga ada yang melaksanakan aneka macam ritual agama di sana. Namun, alasannya di lokasi ini bukan merupakan tempat untuk melaksanakan ritual, pemerintah Arab Saudi melarangnya dan mengakibatkan daerah ini sebagai objek wisata semata.

Untuk itu, pemerintah Arab Saudi sudah membangun jalan raya yang begitu lebar supaya pengunjung bisa mencicipi dorongan magnet ketika melaju dengan kendaraannya. Di kepingan ujung dibentuk jalan melingkar untuk putaran ketika imbas medan magnet sudah lemah.

Selain itu, di kedua sisi jalan sudah dibangun tenda-tenda untuk pengunjung dan sudah ditanam pohon-pohon supaya kelihatan lebih hijau. Bahkan, di sebuah dataran yang berpasir, terdapat arena bermain mobil-mobilan untuk anak-anak. Kawasan ini juga sudah dilengkapi dengan sejumlah toilet untuk umum.

Jalan dari Kota Madinah menuju daerah ini juga sudah lebar dan mulus, sehingga untuk hingga ke lokasi tidak hingga 45 menit dengan kendaraan beroda empat kecil atau bus. Pemandangan di kedua sisi jalan menuju daerah ini juga cukup indah dan menakjubkan. Sebelah kanan dan kiri jalan dikelilingi oleh gunung berbatu. Terdapat juga areal peternakan domba, unta, serta kebun kurma yang menciptakan gurun menjadi agak menghijau.

Kini Jabal Magnet sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk melihat dan mencicipi adanya fenomena alam yang masih misterius. Bahkan, orang-orang dari negara asing ketika berkunjung ke Medinah jarang yang melewatkan kejadian langka ini.

Sekian isu dari You’ll Never Walk Alone, semoga bermanfaat..