Jenis-Jenis Teknik Enkripsi Dan Dekripsi Dalam Pemrograman

Diposting pada 22 views

Pengembangan keamanan internet kini sudah semakin baik dengan bukti bahwa telah banyak muncul banyak sekali tool yang digadang-gadang mempunyai fungsi mengamankan dan juga melindungi. Internet memang sangat rawan akan tindak kejahatan khususnya tindak kejahatan problem data dan informasi, tidak sedikit lho kasus yang telah diberitakan problem pencurian data dan banyak sekali jenis informasi lain yang bahakan jumlahnya tidak saja 1 atau dua melainkan sanggup mencapai jutaan data dan informasi yang sanggup melayang dicuri oleh para oknum yang tidak benar. Memang oknum yang mempunyai niat jahat dibalik canggihnya teknologi internet, sehingga mereka pastilah mempunyai cara lain untuk sanggup melaksanakan pencurian data lainnya.

Namun ada tindak kejahatan niscaya juga ada tindak kebaikan yang memberantas semua itu, cara untuk kau sanggup melindungi data dan informasi kau pada jalr kemudian lintas ialah dengan banyak cara nah salah satunya ialah dengan melaksanakan pengkodean atau enkripsi untuk sanggup melindungi data dari para pencuri yang nakal. Model enkripsi yang biasanya ialah dengan memakai jenis-jenis dan metode enkripsi yang dibentuk dan dikembangkan sendiri.

Jenis dan metode enkripsi menyerupai apa ya maksud kakak komang?

Nah untuk kau yang resah atau pengen mengetahui banyak sekali metode dan jenis-jenis enkripsi yang sanggup dipakai untuk melindungi data kau diinternet. Barikut kami mempunyai beberapa jenis enkripsi yang kami bedakan menjadi 2 yaitu jenis-jenis enkrpsi standard dan jenis enkripsi modern.

Jenis-jenis Enkripsi Standard

1. Metode Enkripsi MD2
Message-Digest algortihm 2 (MD2) ialah fungsi hash cryptographic yang dikembangkan oleh Ronald Rivest pada tahun 1989. Algoritma dioptimalkan untuk komputer 8-bit. MD2 yang ditetapkan dalam RFC 1319. Meskipun algoritma lainnya telah diusulkan semenjak dulu, menyerupai MD4, MD5 dan SHA, bahkan hingga dengan 2004 [update] MD2 tetap dipakai dalam infrastruktur kunci publik sebagai bab dari akta yang dihasilkan dengan MD2 dan RSA.

2. Metode Enkripsi MD4
Message-Digest algortihm 4(seri ke-4) yang dirancang oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT pada tahun 1990. Panjangnya ialah 128 bit. MD4 juga dipakai untuk menghitung NT-hash ringkasan password pada Microsoft Windows NT, XP dan Vista.

3. Metode Enkripsi MD5
MD5 ialah salah satu dari serangkaian algortima message digest yang didesain oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT (Rivest, 1994).Saat kerja analitik mengatakan bahwa pendahulu MD5 yaitu MD4 mulai tidak aman, MD5 kemudian didesain pada tahun 1991 sebagai pengganti dari MD4 (kelemahan MD4 ditemukan oleh Hans Dobbertin). Dalam kriptografi, MD5 (Message-Digest algortihm 5) ialah fungsi hash kriptografik yang dipakai secara luas dengan hash value 128-bit. Pada standart Internet (RFC 1321), MD5 telah dimanfaatkan secara majemuk pada aplikasi keamanan, dan MD5 juga umum dipakai untuk melaksanakan pengujian integritas sebuah file.

4. Metode Enkripsi SHA
SHA ialah serangkaian fungsi cryptographic hash yang dirancang oleh National Security Agency (NSA) dan diterbitkan oleh NIST sebagai US Federal Information Processing Standard. SHA ialah Secure Hash Algoritma. Jenis-jenis SHA yaitu SHA-0, SHA-1, dan SHA-2. Untuk SHA-2 memakai algoritma yang identik dengan ringkasan ukuran variabel yang populer sebagai SHA-224, SHA-256, SHA-384, dan SHA-512.

5. Metode Enkripsi RC4
RC4 merupakan salah satu jenis stream cipher, yaitu memproses unit atau input data pada satu saat. Unit atau data pada umumnya sebuah byte atau bahkan kadang kadang bit (byte dalam hal RC4). Dengan cara ini enkripsi atau dekripsi sanggup dilaksanakan pada panjang yang variabel. RC4 ialah penyandian stream cipher yang dibentuk oleh Ron Riverst pada tahun 1987 untuk pengamanan RSA. Algoritmanya didasarkan pada permutasi acak.

6. Metode Enkripsi Base64
Base64 ialah sistem untuk mewakili data mentah byte sebagai abjad ASCII. Base64 menyediakan 6-bit encoding 8-bit ASCII karakter. Base64 merupakan format yang dicetak memakai karakter, memungkinkan binari data yang akan dikirim dalam bentuk dan email, dan akan disimpan di database atau file.

Jenis-jenis Enkripsi Modern

1. Data Encryption Standard (DES)
◊ Standar bagi USA Government
◊ Didukung ANSI dan IETF
◊ Populer untuk metode secret key
◊ Terdiri dari 40 bit, 56 bit dan 3×56 bit (Triple DES)

2. Advanced Encryption St◊ndard (AES)
◊ Untuk menggantikan DES (launching final 2001)
◊ Menggunakan variable length block chipper
◊ Key length : 128 bit, 192 bit, 256 bit
◊ Dapat diterapkan untuk smart card

3. Digital Certificate Server (DCS)
◊ Verifikasi untuk digital signature
◊ Autentikasi user
◊ Menggunakan public dan private key
◊ Contoh : Netscape Certificate Server

4. IP Security (IPSec)
◊ Enkripsi public/private key
◊ Dirancang oleh CISCO System
◊ Menggunakan DES 40-bit dan authentication
◊ Built-in pada produk CISCO
◊ Solusi sempurna untuk Virtual Private Network (VPN) dan Remote Network Access

5. Kerberos
◊ Solusi untuk user authentication
◊ Dapat menangani multiple platform/system
◊ Free charge ( Open Source )
◊ IBM menyediakan versi komersial : Global Sign On (GSO)

6. Point to Point Tunneling Protocol(PPTP), Layer Two Tunneling Protocol(L2TP)
◊ Dirancang oleh Microsoft
◊ Authentication menurut PPP ( Point to Point Protocol )
◊ Enkripsi menurut Algoritm Microsoft ( tidak terbuka )
◊ Terintegrasi dengan NOS Microsoft ( NT, 2000, XP )

7. Remote Access Dial-in User Service ( RADIUS )
◊ Multiple remote access device memakai 1 database untuk authentication
◊ Didukung oleh 3com, CISCO, Ascend
◊ Tidak memakai encryption

8. RSA Encryption
◊ Dirancang oleh Rivest, Shamir, Adleman tahun 1977
◊ Standar de facto dalam enkripsi public/private key
◊ Mendukung proses authentication
◊ Multi platform

9. Secure Hash Algoritm (SHA)
◊ Dirancang ole National Institute of Standard and Technology(NIST) USA
◊ Bagian dari standar DSS ( Decision Support System ) USA dan bekerja sama dengan DES untuk digital signature
◊ SHA-1 menyediakan 160-bit message digest
◊ Versi : SHA-256, SHA-348, SHA-512 (terintegrasi dengan AES)

10. MDS
◊ Dirancang oleh Prof. Robert Rivest (RSA, MIT) tahun 1991
◊ Menghasilkan 126-bit digest
◊ Cepat tapi kurang aman

11. Secure Shell (SSH)
◊ Digunakan untuk client side authentication antara 2 sistem
◊ Mendukung UNIX, Windows, OS/2
◊ Melindungi telnet dan ftp (File Transfer Protocol)

12. Secure Socket Layer (SSL)
◊ Dirancang oleh Netscape
◊ Menyediakan enkripsi RSA pada layes session dari model OSI
◊ Independe terhadap service yang digunakan
◊ Melindungi system secure web e-commerce
◊ Metode public/private key dan sanggup melaksanakan authentication
◊ Terintegrasi dalam produk browser dan web server Netscape

13. Security Token
◊ Aplikasi penyimpanan password dan data user di smart card

14. Simple Key Management for Internet Protocol
◊ Seperti SSL bekerja pada level session model OSI
◊ Menghasilkan key yang static, gampang bobol