Isi, Sejarah, Makna Sumpah Pemuda

Diposting pada 33 views

Isi, Sejarah, Makna Sumpah Pemuda – Sebuah arti dan makna dari Sumpah Pemuda akan bahas pada kesempatan kali ini. Pertama, kita mulai dari sejarah Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda yaitu bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Oleh lantaran itu sudah seharusnya segenap rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia.

Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan hasil dari usaha keras rakyat yang selama ratusan tahun berada di bawah garis penjajahan atau tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis, kondisi ketertindasan inilah yang lalu mendorong semangat para perjaka pada ketika itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, tekad inilah yang menjadi kesepakatan usaha rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun lalu yakni pada tanggal 17 Agustus 1945.

 akan  bahas pada kesempatan kali ini Isi, Sejarah, Makna Sumpah Pemuda

Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang lalu Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, lalu diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan lalu dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Arti Makna Sumpah Pemuda

Bagi seorang perjaka maupun generasi muda hari Sumpah Pemuda yaitu momen bagi kita untuk lebih meningkatkan jiwa yang berkakarter kebangsaan, menyerupai cinta tanah air, disiplin, dan pantang mengalah menyerupai yang telah dicontohkan oleh para perjaka atau pejuang kita. Menilik apa yang terjadi di masa kini, mungkin cukup memperihatinkan, bagaimana hari Sumpah Pemuda hanya dijadikan sebagai perayaan belaka.

Tak ada agresi kasatmata dan ambisi gres yang membumbung tinggi demi mewujudkan perjaka Indonesia yang berkarakter. Yang ada justru krikis abjad yang semakin merajalela, dimana tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi, pergaulan bebas di kalangan dewasa semakin membara dimana-mana seperti, dan masih banyak lagi problem kualitas perjaka yang ada di Indonesia.

Penulis jadi ingat apa yang pernah Bung Karno katakan, “Berikan saya 1.000 orang tua, pasti akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan saya 10 perjaka pasti akan kuguncangkan dunia”. Dengan begitu, sanggup dikatakan perjaka yaitu cita-cita bangsa, dan tulang punggung kemajuan bangsa ini. Jika perjaka rusak, maka hancurlah negara. Jika perjaka hebat, maka majulah bangsa Indonesia. Peran kita sebagai seorang perjaka sangat diharapkan untuk negeri kita tercinta.

Hal-hal yang bisa kita lakukan antara lain, rajin belajar, menjunjung tinggi rasa nasionalisme, berkarakter berpengaruh dan disiplin. Dengan begitu, kita bisa memperlihatkan sumbangsih untuk Indonesia, walaupun hanya sedikit. Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.

Berbicara mengenai problem yang ada di tanah air kita, itu semua yaitu kesalahan seluruh warga Indonesia. Bukan pemerintah, bukan juga sekelompok orang. Memang benar yang melaksanakan aktivitas yang merugikan negara ini yaitu para pejabat yang mengambil uang rakyat, namun bekerjsama banyak penyakit yang menghinggapi setiap rakyat Indonesia yang mengakibatkan Indonesia sulit mengalami kemajuan, salah satunya yaitu tidak disiplin. Jadi, pertanyaan bagaimana banjir bisa terjadi di Jakarta? Ya, itu lantaran faktor ketidakdisiplinan insan yang membuang sampah tidak pada tempatn

Sejarah dari Sumpah Pemuda telah membuktikkan bahwa Bangsa Indonesia yaitu bangsa yang mempunyai perjaka berkarakter, kuat, dan tangguh. Perjuangan kita sebagai generasi muda kini yaitu melanjutkan usaha para perjaka terdahulu, semoga Indonesia semakin maju dan andal lantaran pemudanya. Sebuah kata bijak mungkin bisa Anda jadikan motivasi, “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepada kita, tapi tanyakan apa yang bisa kita berika kepada negara..”

Isi Sumpah Pemuda

 akan  bahas pada kesempatan kali ini Isi, Sejarah, Makna Sumpah Pemuda

1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


Demikianlah Isi, Sejarah, Makna Sumpah Pemuda yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat.