Habbatussauda: Obat Segala Penyakit

Diposting pada 41 views

Foto: Habbatussauda: Obat Segala Penyakit  Selama bertahun-tahun, kalangan medis mengabaikan manfaat kesehatan dari habbatussauda (jintan hitam) dalam mendukung pengobatan modern. Habbatussauda ketika itu hanya dianggap sebagai obat rakyat biasa. Namun, para ilmuwan sekarang mulai menengok lebih bersahabat banyak sekali manfaat dari flora tersebut. Perubahan perilaku ini terutama disebabkan oleh tren gres untuk mencari alternatif dari obat-obat sintetis yang seringkali mempunyai pengaruh samping berbahaya.  Habbatussauda yaitu biji dari flora berbunga dengan nama botani Nigella Sativa, yang dibudidayakan di India, Arab dan Eropa dan telah dipakai selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional. Firaun Tutankhamun dan raja-raja Mesir kuno lainnya konon menyertakan jintan hitam di makamnya. Praktik umum orang Mesir kuno yaitu menyertakan benda-benda berharga di dalam kubur yang dipercaya akan diharapkan orang yang meninggal di akhirat.  Habbatussauda juga disebutkan dalam teks-teks agama dan risalah-risalah kedokteran kuno. Menurut hadist shahih dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Jagalah dirimu dengan jintan hitam lantaran ia yaitu obat untuk segala penyakit kecuali ‘as Sam’ (kematian).” Dalam kitab klasik “Kanun Pengobatan” yang ditulis oleh Ibnu Sina (980-1037), seorang dokter dan filsuf kenamaan dari Persia, jintan hitam banyak disebut sebagai obat alami untuk banyak sekali penyakit. Jintan hitam dinyatakan bermanfaat untuk merangsang energi tubuh, membantu pemulihan dari kelelahan dan berguna untuk mengobati gangguan pencernaan, penyakit kandungan dan penyakit pernapasan. Masyarakat di Cina, India dan Arab secara bebuyutan menggunakannya untuk perawatan persoalan pernapasan, penyakit pencernaan, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, memulihkan energi dan menyembuhkan kondisi menyerupai diabetes, eksim, psoriasis, artritis, inkontinensia, kerikil empedu, pilek, dan kerontokan rambut.  Penelitian modern Dalam 50 tahun ini, ratusan hasil penelitian yang dipublikasikan semakin menguatkan banyak sekali manfaat pengobatan jintan hitam. Pada tahun 1960, para peneliti Mesir menegaskan bahwa biji habbatussauda mengandung nigellone yang mempunyai pengaruh bronkodilatasi. Pada tahun 2003, para dokter di Arab Saudi menemukan bahwa minyak habbatussauda sanggup menurunkan tekanan darah, melancarkan pernapasan serta menurunkan kolesterol dan glukosa darah. Mereka mengidentifikasi salah satu komponen aktif dalam jintan hitam yang berjulukan Nigel thymoquinone yang mempunyai kegiatan anti-inflamasi, analgesik dan antimikroba.  Beberapa penelitian dilakukan di AS dalam beberapa tahun ini untuk penerapan jintan hitam dalam kasus-kasus penyakit yang serius. Hasil awal mengatakan kemajuan yang menakjubkan dan mengonfirmasi potensi medis jintan hitam. Penelitian di Thomas Jefferson University di Philadelphia menegaskan manfaat thymoquinone untuk menghentikan perkembangan kanker pankreas dan membunuh sel-sel kanker melalui apoptosis, proses yang terdiri dari serangkaian perubahan biokimia yang pada karenanya mengarah pada selesai hidup sel. Para peneliti di University of Mississippi Medical Center pada tahun 2007 juga menemukan manfaat thymoquinone pada sel-sel kanker usus besar. Mereka melaporkan bahwa thymoquinone menghancurkan sel-sel kanker dengan menghambat fungsi metabolisme sel-sel, serupa dengan cara kerja obat yang biasa dipakai dalam kemoterapi. Para peneliti di Institut Kanker dan Laboratorium Immunobiologi South Carolina menyebutkan bahwa habbatussauda merangsang sel-sel sumsum tulang dan imunitas dan meningkatkan produksi interferon, melindungi sel terhadap virus, menghancurkan sel-sel kanker dan meningkatkan produksi antibodi.  Kandungan Jintan hitam mempunyai lebih dari seratus materi aktif dan banyak lagi yang masih harus ditemukan. Daya terapeutiknya yang tinggi berafiliasi dengan kombinasi minyak (35%), protein (21%), karbohidrat (38%) serta materi lainnya (6%) yang berisi zat-zat menyerupai tokoferol, pitosterol, nigellone, thymoquinone, kaempferol dan quercetin. Minyak habbatussauda terdiri dari 50% asam lemak tak jenuh ganda, termasuk asam linoleat, asam gamma-linolenat dan minyak atsiri. Monosakarida (gula molekul tunggal) dalam jintan hitam berbentuk glukosa, rhamnosa, silosa, dan arabinosa. Dari 15 asam amino yang terdapat dalam jintan hitam, sembilan di antaranya yaitu asam amino esensial yang tidak sanggup disintesis oleh badan kita sehingga kita harus mendapatkannya dari luar.  Penerapan Jintan hitam dalam bentuk biji utuh, ekstrak padat (dalam kapsul) atau diekstraksi sebagai minyak sama-sama berkhasiat. Namun, minyak dan ekstrak habbatussauda mempunyai konsentrasi zat aktif yang lebih tinggi dibandingkan bulir alaminya. Biji jintan hitam sanggup diseduh sebagai teh pada air mendidih. Daya antioksidannya mungkin hanya sanggup disaingi oleh teh hijau. Anda juga sanggup memakai minyak jintan hitam sebagai sirup untuk bronkitis, pilek dan batuk serta penyakit lain menyerupai diabetes, kanker, asma, dan hipertensi. Bila Anda mempunyai jerawat, minyak jintan hitam sanggup diaplikasikan ke kulit untuk menghilangkannya. Memijat kulit kepala dengan minyak jintan hitam sanggup menyuburkan rambut dan menghentikan kerontokan.  -[serenaders]-
Selama bertahun-tahun, kalangan medis mengabaikan manfaat kesehatan dari habbatussauda (jintan hitam) dalam mendukung pengobatan modern. Habbatussauda ketika itu hanya dianggap sebagai obat rakyat biasa. N

amun, para ilmuwan sekarang mulai menengok lebih bersahabat banyak sekali manfaat dari flora tersebut. Perubahan perilaku ini terutama disebabkan oleh tren gres untuk mencari alternatif dari obat-obat sintetis yang seringkali mempunyai pengaruh samping berbahaya.

Habbatussauda yaitu biji dari flora berbunga dengan nama botani Nigella Sativa, yang dibudidayakan di India, Arab dan Eropa dan telah dipakai selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional. Firaun Tutankhamun dan raja-raja Mesir kuno lainnya konon menyertakan jintan hitam di makamnya. Praktik umum orang Mesir kuno yaitu menyertakan benda-benda berharga di dalam kubur yang dipercaya akan diharapkan orang yang meninggal di akhirat.

Habbatussauda juga disebutkan dalam teks-teks agama dan risalah-risalah kedokteran kuno. Menurut hadist shahih dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Jagalah dirimu dengan jintan hitam lantaran ia yaitu obat untuk segala penyakit kecuali ‘as Sam’ (kematian).” Dalam kitab klasik “Kanun Pengobatan” yang ditulis oleh Ibnu Sina (980-1037), seorang dokter dan filsuf kenamaan dari Persia, jintan hitam banyak disebut sebagai obat alami untuk banyak sekali penyakit. Jintan hitam dinyatakan bermanfaat untuk merangsang energi tubuh, membantu pemulihan dari kelelahan dan berguna untuk mengobati gangguan pencernaan, penyakit kandungan dan penyakit pernapasan. Masyarakat di Cina, India dan Arab secara bebuyutan menggunakannya untuk perawatan persoalan pernapasan, penyakit pencernaan, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, memulihkan energi dan menyembuhkan kondisi menyerupai diabetes, eksim, psoriasis, artritis, inkontinensia, kerikil empedu, pilek, dan kerontokan rambut.

Penelitian modern
Dalam 50 tahun ini, ratusan hasil penelitian yang dipublikasikan semakin menguatkan banyak sekali manfaat pengobatan jintan hitam. Pada tahun 1960, para peneliti Mesir menegaskan bahwa biji habbatussauda mengandung nigellone yang mempunyai pengaruh bronkodilatasi. Pada tahun 2003, para dokter di Arab Saudi menemukan bahwa minyak habbatussauda sanggup menurunkan tekanan darah, melancarkan pernapasan serta menurunkan kolesterol dan glukosa darah. Mereka mengidentifikasi salah satu komponen aktif dalam jintan hitam yang berjulukan Nigel thymoquinone yang mempunyai kegiatan anti-inflamasi, analgesik dan antimikroba.

Beberapa penelitian dilakukan di AS dalam beberapa tahun ini untuk penerapan jintan hitam dalam kasus-kasus penyakit yang serius. Hasil awal mengatakan kemajuan yang menakjubkan dan mengonfirmasi potensi medis jintan hitam. Penelitian di Thomas Jefferson University di Philadelphia menegaskan manfaat thymoquinone untuk menghentikan perkembangan kanker pankreas dan membunuh sel-sel kanker melalui apoptosis, proses yang terdiri dari serangkaian perubahan biokimia yang pada karenanya mengarah pada selesai hidup sel. Para peneliti di University of Mississippi Medical Center pada tahun 2007 juga menemukan manfaat thymoquinone pada sel-sel kanker usus besar. Mereka melaporkan bahwa thymoquinone menghancurkan sel-sel kanker dengan menghambat fungsi metabolisme sel-sel, serupa dengan cara kerja obat yang biasa dipakai dalam kemoterapi. Para peneliti di Institut Kanker dan Laboratorium Immunobiologi South Carolina menyebutkan bahwa habbatussauda merangsang sel-sel sumsum tulang dan imunitas dan meningkatkan produksi interferon, melindungi sel terhadap virus, menghancurkan sel-sel kanker dan meningkatkan produksi antibodi.

Kandungan
Jintan hitam mempunyai lebih dari seratus materi aktif dan banyak lagi yang masih harus ditemukan. Daya terapeutiknya yang tinggi berafiliasi dengan kombinasi minyak (35%), protein (21%), karbohidrat (38%) serta materi lainnya (6%) yang berisi zat-zat menyerupai tokoferol, pitosterol, nigellone, thymoquinone, kaempferol dan quercetin. Minyak habbatussauda terdiri dari 50% asam lemak tak jenuh ganda, termasuk asam linoleat, asam gamma-linolenat dan minyak atsiri. Monosakarida (gula molekul tunggal) dalam jintan hitam berbentuk glukosa, rhamnosa, silosa, dan arabinosa. Dari 15 asam amino yang terdapat dalam jintan hitam, sembilan di antaranya yaitu asam amino esensial yang tidak sanggup disintesis oleh badan kita sehingga kita harus mendapatkannya dari luar.

Penerapan
Jintan hitam dalam bentuk biji utuh, ekstrak padat (dalam kapsul) atau diekstraksi sebagai minyak sama-sama berkhasiat. Namun, minyak dan ekstrak habbatussauda mempunyai konsentrasi zat aktif yang lebih tinggi dibandingkan bulir alaminya. Biji jintan hitam sanggup diseduh sebagai teh pada air mendidih. Daya antioksidannya mungkin hanya sanggup disaingi oleh teh hijau. Anda juga sanggup memakai minyak jintan hitam sebagai sirup untuk bronkitis, pilek dan batuk serta penyakit lain menyerupai diabetes, kanker, asma, dan hipertensi. Bila Anda mempunyai jerawat, minyak jintan hitam sanggup diaplikasikan ke kulit untuk menghilangkannya. Memijat kulit kepala dengan minyak jintan hitam sanggup menyuburkan rambut dan menghentikan kerontokan.