Cara Gampang Mencar Ilmu Menulis Artikel Bagi Pemula

Diposting pada 9 views
Sudah menjadi tuntutan bagi seorang blogger yaitu mempublikasikan artikel secara rutin. Namun hal tersebut mungkin tidak sanggup tercapai jikalau anda tidak akil menulis. Menulis bukan sekedar mengisi halaman, tetapi bagaimana goresan pena tersebut mendapat respon yang baik dari pembaca.

Bukan hal yang gampang untuk menghasilkan artikel yang baik terutama jikalau anda seorang blogger pemula. Dibutuhkan kerja keras dan konsistensi berlatih. Makanya tidak heran jikalau sebagian menentukan cara termudah. Memakai jasa penulis merupakan salah satu solusinya.

 Sudah menjadi tuntutan bagi seorang blogger yaitu mempublikasikan artikel secara rutin Cara Praktis Belajar Menulis Artikel bagi Pemula

Meskipun demikian bergantung dengan jasa penulis tetap tidak baik. Selain akan menghabiskan biaya yang besar lantaran harus rutin. Selamanya anda tidak akan bisa membedakan mana artikel yang baik, berkualitas, unik, menarik atau ramah mesin pencari. Anda hanya tahu jumlah katanya standar yaitu 400-800 kata tanpa anda tahu teknik cara membuatnya.

Berita baiknya anda bisa menciptakan artikel tanpa harus menghabiskan honor bulanan anda.

Cara gampang berguru menulis artikel

1.  Tentukan topik artikel

Untuk memulai langkah menciptakan artikel anda harus memastikan topik terlebih dahulu. Topik di sini bukanlah judul sehingga anda tidak perlu berpikir terlalu matang. Anda hanya perlu membatasi ruang berpikir anda semoga tidak keluar dari topik pembahasan sehingga anda lebih terfokus.

Selain itu juga memudahkan anda mencari ilham pokok dari turunan topik tersebut. Misal, topik anda perihal internet untuk pelajar maka ilham turunan tersebut bisa berupa manfaat internet bagi pelajar, dampak negatif internet bagi pelajar, laba internet bagi pelajar.

2.  Perhatikan awal kata setiap paragraf

Dari beberapa hal perihal menulis kata pembuka setiap paragraf bisa menjadi masalah. Salah satu yang menjadi alasannya yaitu tidak tahu paragraf harus berisi ilham pokok ibarat apa.

Ini tidak mengejutkan mengingat penulis pemula tidak mempersiapkan diri untuk menulis. Menjadi penulis memang butuh proses. Namun bukan berarti harus menunggu waktu yang lama. Setidaknya anda mencoba memperhatikan artikel-artikel yang ada pada media massa, media cetak atau artikel dari blogger terkenal.

Dari membaca kata pembuka setiap paragraf anda akan mendapat ilham paragraf yang lebih hidup. Kata pembuka ibarat rujukan artikel ini “Sudah menjadi, Bukan hal yang mudah, Meskipun demikian, Berita baiknya, dan seterusnya ”.

Selain membaca artikel anda juga bisa mendengarkan para presenter berita. Perhatikan setiap awal kata yang mereka ucapkan. Dengan begitu ilham anda untuk menyebarkan paragraf akan terbuka lebar. Mengapa bisa begitu? Ya, intinya setiap awal paragraf mencerminkan ilham pokok setiap paragraf.

3.  Jangan berpikir benar dan salah susunan kalimatnya

Seorang penulis yaitu sebuah ekspresi bebas. Oleh lantaran itu jangan terpaku dengan tata bahasa dan kata-kata baku. Jika anda ingin menjadi penulis prinsip ibarat ini harus anda hindari terlebih dahulu.

Tujuan dari cara tersebut yaitu semoga ilham yang sudah muncul dipikiran sudah dituangkan ke dalam kalimat. Ide yaitu modal berharga untuk menghadirkan imbas kemanfaatan bagi pembaca. Oleh lantaran itu anda harus memastikan ilham tersebut tidak terlepas dari isi artikel anda.

Setelah anda simpulan dengan itu semua barulah anda membaca ulang dan mengedit. Kalau ada kesalahan atau arti yang sulit dipahami anda bisa merubah atau mengembangkannya lagi tanpa menghilangkan ilham pokoknya.

4.  Tulislah seperti anda berbicara dengan seorang pembaca

Seringkali seorang penulis menulis untuk dirinya sendiri. Padahal kiprah penulis yaitu menyajikan hidangan untuk pembaca. Jika goresan pena dirasakan susah dipahami pembaca segera rubah gaya penyampaian yang anda gunakan.

Tidak perduli dengan pembaca yaitu kesalahan terbesar. Pembaca akan bahagia kalau mereka terhibur, mendapat manfaat dan dihargai oleh penulis melalui artikel.

Cara yang gampang dilakukan yaitu membiasakan menulis dengan kata “Anda”. Kata ini lebih mengatakan bahwa pembaca dihargai.

Begitu juga dengan kriteria pembaca anda harus tahu siapa mereka ibarat tingkat pendidikan atau yang lain. Usahakan artikel tersebut tidak mengandung kata yang sulit dimengerti.

5.  Jangan terpaku jumlah kata tertentu

Dalam menulis terpaku dengan jumlah kata juga tidak baik. Sebagian orang mengharuskan anda menulis minimal 500 kata. Kalau bisa yang silahkan, tetapi jikalau belum bisa sebaiknya buat artikel 300 kata saja. Dampak!

Menulis membutuhkan konsep pendahuluan, isi dan penutup. Oleh lantaran itu membaca artikel orang lain yaitu solusi terbaik. Bagaimana mereka berbasa-basi sebelum isi sesungguhnya muncul, tetapi tetap menyajikan informasi yang berharga. Kunci pokoknya terletak pada kebutuhan turunan pembaca.

Mengetahui kebutuhan turunan pembaca sedikit banyak akan menyebarkan pola pikir anda perihal sesuatu. Satu rujukan contohnya anda berpikir perihal “Manfaat internet bagi pelajar” maka anda bisa buat paragraf perihal “Alasan pelajar sulit mendapat manfaat internet ” atau “Kapan sebaiknya pelajar mengenal internet”. Inti pokoknya anda bisa gunakan teknik 5W1H (what, where, when, who, why dan how).

Kesimpula, seberapa ahli suatu tips dan cara tidak akan berhasil tanpa uji coba. Membiasakan menulis yaitu solusi terbaik untuk mengetahui keefektifan artikel. Oleh lantaran itu selama anda berlatih menulis akan ada impian anda menjadi penulis hebat.

Pada dasarnya menulis bukanlah perihal talenta dan keturunan. Namun menulis yaitu perihal latihan dan latihan. Sepanjang anda percaya diri segala kesulitan dan kendala menulis akan hilang dengan sendirinya.Oleh lantaran itu jangan takut mempublikasikan artikel anda meskipun anda gres berguru menulis artikel, lantaran kemampuan menulis akan meningkat seiring bertambahnya pengalaman dalam berlatih dan praktek. Jadi, nikmati saja proses menjadi penulis hebat.