Apakah Bermain Game Membuatmu Pintar?

Diposting pada 20 views
Banyak orang menganggap bahwa bermain game merupakan acara bodoh, hanya buang-buang waktu, merusak badan dan mata dan menciptakan pemain semakin ndeso dengan bermain game.

Tapi apakah benar begitu?

 Banyak orang menganggap bahwa bermain game merupakan acara ndeso Apakah Bermain Game Membuatmu Pintar?

Memang benar sesuatu yang dilakukan dengan hiperbola akan berdampak jelek begitu juga dengan game tapi mari kita liat sisi positif lainnya dari bermain game.

Banyak penelitian mengatakan bahwa fungsi kognitif seseorang akan meningkat sesudah bermain game terutama game taktik menyerupai starcraft mengalami peningkatan kinerja otak dan sanggup mengerjakan tugas-tugas di kehidupan nyata, tak hanya itu game FPS atau First Person Shooter menyerupai Call Of Duty dan Half Life juga mempunyai dampak yang tak jauh berbeda. First Person Shooter game sanggup meningkatkan kadar dopamin dan adrenalin hal itu sanggup meningkatkan kinerja otak sehingga lebih aktif.

Dengan munculnya game di budaya modern, peneliti dan psikolog telah mengambil kesimpulan bahwa dampak dari game sanggup meningkatkan fungsi otak, keterampilan pemecahan masalah, penalaran, perencanaan strategis, dan bahkan keterampilan sosial.

Tapi “video game” ialah istilah yang luas dengan begitu banyak jenis permainan, peneliti memfokuskan studi mereka untuk melihat bagaimana banyak sekali genre game mempengaruhi pemain.
Mari kita lihat manfaat dari banyak sekali jenis permainan.

Teka-Teki

Meningkatkan : Fungsi otak, IQ

Permainan brainteaser ini dimaksudkan untu melatih otak. Puzzle game menyerupai Brain Age atau Angry Birds yang memakai pemecahan masalah, memori, penalaran, dan perhatian terhadap detail sanggup meningkatkan fungsi otak dan IQ, serta memperlambat proses penuaan otak.

Role Playing Game (RPG) 

Meningkatkan : Pemecahan masalah, strategi, logika, penalaran

Mass Effect, Elder Scrolls, dan Final Fantasy adalah beberapa game dari genre RPG, permainan dimana pemain mengasumsikan kiprah karakter. Biasanya, RPG fokus pada pemilihan pemain-driven, pilihan dialog, dan konsequensi dari tindakan pemain. Yang mengarah pada pengalaman yang unik dan pertandingannya tidak cukup sama. Meskipun banyak unsur kognitif yang dipakai dikala bermain game ini, yang paling umum ialah pemecahan masalah, strategi, dan penalaran.

Jenis permainan lainnya

Ada banyak genre dibidang game, masing-masing mempunyai laba mereka sendiri. Misalnya para peneliti mencari bagaimana berman game horror dan permainan agresi sanggup membantu pemain mengendalikan emosi menyerupai murka dan takut dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Ya begitulah artikel kali ini. Semoga bermanfaat bagi semua teman yang membacanya dan ikuti terus perkembangan blog ini supaya tidak kelewatan artikel menarik lainnya.
Terimakasih.