Alasan Konkret Orang Tidak Mau Atau Takut Belanja Online

Diposting pada 18 views

Sekarang ini berbelanja online menjadi tren gres yang menjadi mencuri perhatian semua orang. Bagaimana tidak, produk-produk yang ditawarkan menjadi alasannya. Sebagian produk terkadang merupakan barang unik yang belum pernah dilihat secara nyata. Selain itu anda sanggup mempunyai barang-barang dalam negeri atau impor tanpa menghabiskan waktu berjam-jam.

Selain itu anda harus tahu bahwa hampir setiap pebisnis sukses mempunyai saluran dalam dunia internet. Mengapa?

Karena kecepatan membangun perjuangan secara offline saja tidak sanggup menyaingi kecepatan membangun perjuangan dengan kombinasi offline dan online. Bahkan perbedaan ini sanggup mencapai ratusan persen. Sehingga tidak heran kalau mengabaikan cara belanja secara online yakni kesalahan besar pebisnis hari ini.

Sayangnya sebagian orang tetap belum mau melaksanakan transaksi secara online. Tentu saja ada banyak sekali faktor yang menciptakan belanja online begitu menakutkan. Meskipun begitu ada beberapa faktor yang sanggup dibenarkan dan ada faktor yang kadang sebagai alasan konyol.

 Sekarang ini berbelanja online menjadi tren gres yang menjadi mencuri perhatian semua ora Alasan Nyata Orang tidak Mau atau Takut Belanja Online

Alasan orang takut berbelanja online

1. Khawatir dengan kualitas produk

Kualitas produk merupakan harga mati dalam membeli sebuah produk / barang. Maka dari itu mereka tidak ingin kecewa sehabis membeli barang tersebut.

Masalahnya beberapa gambar/ foto produk yang dihadirkan pihak penjual sanggup diambil melalui kamera dengan kualitas tinggi. Bahkan menggunakan jasa fotografi profesional untuk menyebarkan foto yang menarik. Tentu saja hal ini boleh dilakukan untuk menarik minat pembeli.

Namun di sisi lain foto yang muncul bersamaan dengan deskripsi produk terkadang tidak sesuai dengan produk aslinya. Apalagi beberapa pembeli pernah merasa tertipu dengan hal ini. Maka sudah niscaya mereka merasa belanja online cenderung menipu alasannya yakni kualitas produk tidak sesuai dengan foto.

2. Lebih senang  bertransaksi offline

Berbelanja secara online memang memilik akomodasi yang diharapkan oleh orang yang sangat sibuk. Namun kenyataannya apa betul demikian?

Sebagian  pengusaha atau karyawan yang sibuk dengan pekerjaannya sering tidak meiliki waktu untuk beristirahat. Sehingga bertransaksi online menjadi alasan sederhana mereka mengurangi waktu yang terbuang.

Namun keadaan ini tidak selalu benar. Sebagian orang lebih menyukai belanja secara offline dengan pergi ke mall atau pasar konvensional. Mereka tidak sekedar membutuhkan barang tau produk yang diinginkan, tetapi mereka mereka dengan pergi belanja mereka merasa beban pikiran mereka berkurang. Karena itulah orang jenis ini rela menyediakan waktu / hari tertentu untuk alasan tersebut.

3. Ingin mencoba barang

Berbicara problem kualitas barang mungkin pihak penjual sudah memikirkannya dengan banyak sekali bukti nyata. Meski begitu tidak lantas mengakibatkan pembeli mau berbelanja online.

Sebagian orang sebelum membeli tidak akan merasa puas sebelum mencobanya. Ini bukan hal yang asing alasannya yakni pembeli terkadang mau menyesuaikannya dengan penampilan badan mereka (kaos, jaket, sepatu, dan lain-lain) atau kebenaran fungsi yang dijanjikan (kamera, handphone, CCTV, dan lain-lain). Maka dari itu mencoba barang yakni hal yang penting.

Jika mengacu pada hal ini maka belanja online menjadi angin kemudian yang bukan pilihan mereka. Karena mereka tidak menyediakan sistem untuk mencoba barang sebelum dibeli kecuali anda tiba ke toko offline mereka secara langsung. 

4. Kurangnya komunikasi

Untuk toko online dengan pasar dunia, komunikasi antara penjual dan pembeli hampir dikatakan tidak ada. Pihak penjual tidak akan melayani setiap calon pembeli dengan alasan apapun kecuali untuk pengembalian barang dan sejenisnya.

Adapun untuk toko online yang bersifat lokal masih mungkin didapatkan komunikasi melalui media handphone, whatapps, bbm atau sejenisnya. Sehingga tidak menutup kemungkinan masih sanggup terjadi tawar menawar mengenai harga barang. Meskipun demikian biasanya tawar menawar tidak akan berjalan kecuali pihak pembeli mau membeli barang dengan jumlah banyak.

Dengan pertimbangan inilah para pembeli merasa kurang puas untuk melaksanakan belanja online. Apalagi kalau barang tersebut sekedar barang yang sudah ada di pasar lokal dan hanya membeli satu produk saja.

5. Merasa barang tidak unik

Beberapa orang memang gampang melaksanakan transfer sejumlah uang untuk membeli barang-barang yang sebetulnya ada dipasar konvensional. Namun ada juga orang yang pilih-pilih produk kalau mau berbelanja online.

Mereka hanya mau membeli barang yang memang sulit didapatkan di pasar lokal. Terlebih lagi kalau barang tersebut unik dan menarik maka sanggup dijadikan alasan untuk lebih mengikuti tren (kemajuan zaman). Sehingga mereka sanggup menunjukkannya pada keluarga, teman atau tetangga.

Adapu kalau barang tersebut tidak ada maka membeli barang dari pasar lokal yakni pilihan cerdas yang sanggup mereka ambil. Itulah salah satu alasan mereka tidak melaksanakan belanja online.

6. Transaksi yang sulit dan rumit

Pada sebagian situs toko online mereka kurang peduli dengan kenyamanan calon pembeli untuk berbelanja. Ini dibuktikan dengan penyediaan cara pembayaran yang cenderung sulit.

Bagaimana tidak, calon pembeli tidak selalu mengetahui mengerti teknologi  alasannya yakni belum terbiasa. Sebagian mungkin menyediakan transfer bank sebagai media pembayaran. Namun pada masalah lain pihak toko online hanya menyediakan cara pembayaran dengan sistem doku atau paypal yang cenderung orang awam tidak mengetahui pengertian alat pembayaran tersebut.

Di samping itu ada juga toko online yang menyediakan banyak form yang harus diisi calon pembeli. Sehingga waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Jika proses pengisian itu memakan waktu lebih dari 5 menit maka sanggup dipastikan calon pembeli dipersulit oleh pihak toko online.

7. Khawatir data info tidak aman

Untuk memudahkan barang sanggup diterima oleh pembeli niscaya pihak toko online mengharuskan calon pembeli mengisi data mengenai nama identitas, dan lokasi kawasan tinggal. Selain itu info kontak juga dibutuhkan ibarat nomer handphone dan alamat email.

Bagi orang yang terbiasa dengan berbelanja online hal ini memang terlihat biasa. Namun bagi orang yang yang belum pernah melaksanakan transaksi online mereka sanggup mempunyai pandangan lain. Dengan menyerahkan data tersebut ketakutan ihwal pencurian data lainnya akan gampang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Sebenarnya kekhawatiran ihwal hal ini boleh-boleh saja, tetapi hal tersebut sangat minim dilakukan oleh pihak toko online. Mereka akan menjaga data diri pembeli dengan kondusif dan tidak membocorkannya. Apalagi mereka berharap anda mau membeli produk lain dari toko onlinenya.

Tips mengurangi ketakutan berbelanja online

Jika anda pihak pembeli dan masih takut belanja online sebaiknya punya taktik membeli barang. Untuk barang yang bersifat sensitif seperti  pelengkap emas dan elektronik sebaiknya anda hindari terlebih dahulu. Jika anda harus membelinya sebaiknya dilakukan sehabis anda membeli beberapa produk dari toko online tersebut.

Jika ternyata pihak toko online jujur dengan barang sebelumnya maka kemungkinan barang lain juga demikian. Untuk melihat hal ini cobalah perhatikan merek atau merk suplier dari produk tersebut dan lihat kualitas suplier tersebut. Kalau menyakinkan anda berarti tingkat kualitasnya juga lebih aman.

Masih ragu berbelanja online?
Sebagai langkah pencegahan anda sanggup berbelanja barang yang mempunyai potensi penyesalan rendah dengan mempertimbangkan harga dan bahan. Diantaranya jaket, kaos, tas, sepatu, atau peralatan dapur (pisau, wajan, dll). Dengan begitu anda tidak terlalu kecewa kalau anda tidak puas.

Kesimpulannya, terlepas dari rasa takut anda untuk bertransaksi secara online seharusnya hal itu tidak menghalangi anda untuk mempunyai barang yang unik dan menarik. Alasan khawatir memang dibolehkan, tetapi kalau anda asing dengan sistem berbelanja online maka anda akan tertinggal dalam bisnis atau usaha. Jadi, gunakan cara cerdas untuk berbelanja online sehingga pengalaman anda dalam dunia internet bertambah.