6 Cara Menumbuhkan Percaya Diri Dalam Menulis

Diposting pada 7 views
Menulis merupakan cara efektif untuk mengekspresikan diri. Sebagai penulis seseorang sanggup menghasilkan uang yang tidak mengecewakan besar. Makanya tidak heran jikalau diinternet banyak sekali situs-situs yang menjual jasa pembuatan artikel. Jika anda menjual goresan pena berkualitas maka dengan gampang mendapat ratusan dolar perbulan.

Namun sayangnya sebagian blogger pemula kesulitan dalam menulis. Bukan hal yang gila lantaran mereka tidak percaya diri pada kemampuan sendiri. Sebagai teladan penulis pemula sering berpandangan bahwa goresan pena mereka masih belum sempurna. Selain itu mereka juga berpikiran bahwa goresan pena tersebut biasa-biasa saja, tidak ada yang unik, menarik atau informatif.

Meskipun demikian bahwasanya anda yaitu istimewa sehingga goresan pena anda bab dari keistimewaan itu. Oleh lantaran itu anda tidak perlu khawatir untuk membuatkan goresan pena anda. Beberapa hal berikut ini akan menumbuhkan rasa percaya diri anda dalam menulis.

6 Cara Menumbuhkan Percaya Diri Dalam Menulis


1.  Sebagian besar penulis memulai dari nol

Ketika membaca sebuah tulisan, karangan atau artikel lain aku berpikir mungkin mereka terlahir dengan talenta menulis yang luar biasa. Bagaimana tidak mereka bisa menghasilkan goresan pena yang menarik, unik dan mempengaruhi para pembaca. Namun ternyata pandangan aku salah besar.

Kenyataannya mereka berakal menulis bukan lantaran talenta atau semacamnya. Memang benar bahwa tidak setiap goresan pena akan mendapat respon positif dari pembaca. Ada beberapa faktor yang menjadi alasannya salah satunya waktu. Anda bisa buktikan meskipun goresan pena tersebut belum menarik kini ini, tetapi sesudah berbulan-bulan goresan pena terbit lagi beliau menjadi populer.

Di sisi lain ada seorang penulis yang cuma mengandalkan pengalaman pribadi. Selain itu beliau tidak memperdulikan apa yang beliau tulis. Dan yang paling mengejutkan yaitu mereka tidak mengetahui dasar-dasar jurnalistik. Namun anda bisa lihat karya-karya mereka. Sungguh fenomenal dan mendapat sambutan luar biasa dari banyak sekali kalangan masayarakat.

2.  Sebagian penulis hebat lantaran belajar

Tidak sanggup dipungkiri bahwa kesempurnaan suatu goresan pena memerlukan proses dan waktu. Ketika membaca tulisan, karangan, atau artikel dari penulis hebat usahakan mencari karya pertama mereka. Satu hal yang niscaya artikel kini dan dulu akan sangat berbeda.

Perbedaan itu terletak pada keefektifan suatu paragraf, ular kisah yang lebih rapi, dan gaya bahasa yang lebih gampang dimengerti. Di samping itu goresan pena lebih berbobot dan unik tidak sekedar copy-paste kalimat orang lain.

Memperhatikan kenyataan tersebut maka bisa dipastikan bahwa mereka berlatih keras untuk sasaran tersebut. Sehebat apapun daya ingat, tetapi hanya berkubang pada problem sepele maka beliau akan menurun. Begitu juga sebaliknya dengan menulis tidak memandang talenta dan IQ jikalau beliau terus diasah maka kemampuan menulis akan meningkat drastis.
Baca: Cara Praktis Belajar Menulis Artikel Bagi Pemula

3.  Penulis mempunyai imajinasi dan kreatifitas

Jangan berpikiran kerdil ihwal menulis. Walaupun hanya menulis kata demi kata, kalimat demi kalimat bukan berarti tidak berharga. Banyak sekali isi goresan pena yang mengandung manfaat yang besar.

Dengan goresan pena seorang pembaca akan tahu seberapa cerdas penulis menuangkan imajinasi dan kreatifitasnya. Salah satu buktinya yaitu penulis bisa mengekspresikan rasa kecewa, murung atau senang dalam tulisannya. Makanya tidak heran jikalau ada pembaca yang murung atau bangga dikala membaca.

4.  Penulis yaitu hobi dan pekerjaan bukan pengangguran

Meskipun hanya sekedar menulis ternyata aktifitas ini membutuhkan waktu yang panjang. Seorang penulis novel terkadang membutuhkan 1-2 tahun untuk menuntaskan karyanya. Bahkan boleh jadi untuk menghasilkan artikel 1000-2000 kata mereka membutuhkan lebih dari 5 jam. Bukan hal yang gila lantaran menulis membutuhkan konsentrasi, kreatifitas dan imajinasi.

Mungkin ada yang beropini bahwa menulis hanyalah pekerjaan pengangguran. Buktinya mereka tidak mempunyai penghasilan tetap perbulan.

Penulis bukanlah pengangguran. Menulis yaitu bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Sebagai teladan seorang pemilik blog / website yang telah menghasilkan lebih dari 200 artikel sanggup mencari uang dengan mudah. Google adsense merupakan cara terkenal menghasilkan uang dari internet. Dengan kegiatan ini anda dengan cepat meraup 100-1000 dolar dari internet.

Selain itu seorang penulis novel yang karyanya terjual 100.000 buah akan mendapat royalti yang tidak mengecewakan besar. Itu jikalau karya anda dijual melalui penerbit kemudian bagaimana jikalau anda bisa menciptakan ebook (buku digital) sendiri dan menjualnya.

5.  Penulis hebat pernah ditolak penerbit

Anda niscaya sudah mengenal siapa itu Raditya Dika. Anda menduga kesuksesan Raditya Dika lantaran kebetulan? Anda salah. Dia beberapa kali mengatakan karyanya untuk penerbit dan sering ditolak. Ketika salah satu karyanya berhasil masuk ke penerbit pembelinya nihil sehingga ibunya sendiri yang promosikan buku anaknya.

Caranya si ibu ini beli 100 buah buku (tentunya si anak tidak tahu) kemudian dibagi-bagikan kepada teman si ibu tersebut. Ternyata usaha si ibu tidak sia-sia. Seiring waktu ternyata teman ibu tersebut sebagian besar mempromosikan buku tersebut juga. Tentunya dengan suka rela. Tidak disangka-sangka metode tersebut menciptakan buku raditya dika laku anggun dipasaran.

Pelajaran yang berharga yaitu setiap karya itu ada momentumnya, ada masanya. Kaprikornus dikala karya anda ditolak bukan berarti karya anda jelek, tetapi pasar belum mendukung. Itu saja masalahnya.

6.  Tidak memandang status sosial

Ada salah kaprah ihwal profesi menulis sehingga orang miskin minder untuk menulis. Menulis bukan mengenai kekayaan dan uang, tetapi mengenai kemampuan mengekspresikan diri.

Perlu anda ingat bahwa tidak setiap orang kaya bisa menulis, tetapi setiap penulis hebat bisa menjadi kaya. Berpikiran bebas yaitu jiwa penulis. Maka tidak heran jikalau penulis miskin tiba-tiba menjadi kaya lantaran salah satu karangannya meledak dipasaran.

Dari paparan di atas menjadi terang bahwa seorang penulis dihentikan pesimistis pada karyanya sendiri. Yakin pada kemampuan dan percaya diri bahwa karyanya akan diterima masyarakat. Namun demikian seorang penulis dihentikan sombong dengan karyanya. Tetap rendah hati akan mengakibatkan diri anda dihargai dan dihormati. Ada saran yang lebih baik? Silahkan dishare di sini.