4 Penyebab Jumlah Wirausaha Di Indonesia Rendah

Diposting pada 33 views

Berbicara wacana jumlah wirausaha di Indonesia rasanya bisa dikatakan kabar buruk. Bagaimana tidak, hampir sebagian besar orang berlomba-lomba mencari pekerjaan di banyak sekali bursa lowongan kerja yang diadakan oleh Kementerian tenaga kerja. Ini dibuktikan dengan jumlah pelamar pekerjaannya yang semakin tinggi pertahunnya.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pemerintah telah berusaha membuka pelatihan-pelatihan kerja yang bertujuan mengakibatkan masyarakat terjun menjadi wirausaha. Tentu saja sasarannya yaitu potensi yang dimiliki oleh daerah-daerah tersebut. Meski begitu ternyata jumlah wirausaha di Indoensia tetap masih sedikit. Bahkan jikalau dibandingkan dengan negara tetangga ibarat Singapura dan Malaysia masih kalah jauh. Makanya tidak heran jikalau jumlah pertumbuhan ekonomi juga terbilang kecil di bawah angka 7%.

Menjadi wirausaha memang pilihan dalam pekerjaan. Namun jikalau ditimbang dari beberapa aspek maka ada beberapa alasan mengapa orang di Indonesia kurang semangat menjadi seorang pengusaha.

Berbicara wacana jumlah wirausaha di Indonesia rasanya bisa dikatakan kabar jelek 4 Penyebab Jumlah Wirausaha di Indonesia Rendah

Penyebab rendahnya julah wirausaha di Indonesia

1. Sistem pendidikan kurang mendukung perjaka menjadi wirausaha

Kurikulum pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah ternyata tidak menawarkan dorongan mental kepada para pelajar untuk masuk dunia wirausaha. Materi pendidikan yang telah ada justru mengarahkan mereka untuk was-was jikalau berwirusaha. Bagaimana tidak, risiko yang harus dihadapi seorang wirausaha cenderung besar.

Memang jikalau berhasil menjadi pengusaha seseorang bisa mempunyai omzet penghasilan yang besar. Namun ketakutan jikalau gagal dalam bisnis sedikit banyak menciptakan mereka tidak mau mengambil konsekuensi tersebut.

Pendidikan kini ini memang baik untuk mengakibatkan para perjaka seorang perencanaan perjuangan yang hebat. Di sisi lain kenyataan bahwa sebagian besar dari mereka enggan masuk dunia perjuangan juga menjadi masalah. Akibatnya mereka mungkin bisa merencanakan suatu bisnis secara detail, tetapi tetap takut melangkah untuk merealiasikan planning bisnis tersebut.

2. Terlalu ambisius dan ingin sukses seketika

Salah satu kunci sukses menjadi seorang wirausaha yaitu sabar dan tahan banting dikala menghadapi masalah. Tidak gampang mengalah dan menyukai tantangan yaitu jiwa seorang wirausaha.

Adapun keadaan para perjaka di Indonesia cukup memprihatinkan. Sebagian memang mau menjadi seorang wirausaha, tetapi dengan mensyaratkan sasaran yang berlebihan dan cenderung ambisius. Mereka tidak mau perjuangan yang gres dimulainya tumbuh secara perlahan alasannya itu jikalau mereka berusaha pribadi menggunakan sistem frontal. Tentu saja ini sangat berisiko takut bangun lagi jikalau mengalami problem dalam bisnis.

Celakanya lagi mereka cepat-cepat mengambil keputusan wacana perjuangan yang sedang dirintisnya. Jika dalam beberapa bulan tidak terjadi peningkatan besar maka pribadi dianggap perjuangan telah gagal. Kondisi inilah yang mengakibatkan para perjaka Indonesia sulit menatap masa depan dan bersaing dengan negara lain.

3. Wirausaha kecil kurang berinovasi

Ditengah perkembangan bisnis yang sangat cepat kini ini sebuah penemuan produk, pengemasan barang dan pemasaran harus terus diperbaharui. Dengan begitu sayap-sayap bisnis berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kondisi pasar.

Masalahnya bagi wirausaha kecil melaksanakan penemuan masih dianggap memberatkan. Akibatnya mereka hanya mencontoh pelaku perjuangan lain dalam berbagi bisnisnya. Memang dalam waktu singkat sangat membantu perjuangan anda, tetapi jikalau anda mengandalkan taktik orang lain dalam berbagi bisnis maka besar kemungkinannya taktik cenderung lama dan cenderung  membosankan bagi para calon konsumen.

Sulitnya pelaku perjuangan kecil menemukan penemuan gres berdampak pada kelangsungan perjuangan itu sendiri. Semakin kecil penemuan maka bisnis cenderung berjalan lambat atau bahkan berhenti. Situasi yang ibarat inilah yang menciptakan lesunya minat para perjaka untuk menjadi wirausaha baru.

4. Lebih berminat menjadi karyawan

Kerja sebagai karyawan ternyata lebih menarik bagi warga negara Indonesia. Mereka cenderung menyukai pekerjaan yang bersifat teratur dan tetap ibarat PNS atau karyawan kantor.

Memang jikalau dibandingkan dengan wirausaha terperinci seorang karyawan lebih menentukan kondusif dalam hidupnya. Dalam arti lebih menyukai penghasilan yang tetap dari pada penghasilan yang bersifat fluktuatif (naik turun) atau bahkan ada risiko tidak memperoleh penghasilan pada hari itu.

Memang tidak salah jikalau anda menentukan menjadi karyawan, tetapi cobalah berpikir lebih luas. Kenyataannya jumlah lowongan karyawan tidak sebanding dengan jumlah pelamarnya. Bisa jadi lowongan pekerjaannya 100 sedangkan pelamarnya mencapai 2000 orang. Jika anda beruntung maka anda bisa menjadiseorang karyawan, tetapi jikalau anda tidak diterima kerja apakah anda mau menganggur dalam waktu yang cukup lama?

Jika cara berpikir menjadi karyawan yaitu yang dimiliki oleh sebagian besar orang Indonesia maka sudah niscaya ini menjadi penyebab berkurangnya wirausaha.

Kesimpulannya, menjadi wirausaha bukan berarti karir anda akan hilang. Bahkan yang mungkin terjadi yaitu minat, talenta dan kemampuan terpendam anda bisa saja terlepaskan dan menjelma pijakan anda mencapai kesuksesan. Jadi, apa salahnya terjun menjadi wirausaha di Indonesia? Padahal memulai wirausaha cukup gampang untuk dilakukan.

Silahkan Baca: 5 Trik Memulai Bisnis Usaha Kecil dan Menengah bagi Pemula