24 Kata Bijak Mutiara Soekarno Terbaik

Diposting pada 16 views
Kata Kata Bijak Soekarno yaitu sebuah ungkapan mutiara dari seorang Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia yang mempunyai jasa-jasa andal selama hidupnya demi mengabdi untuk negara kita tercinta, Indonesia. Pria kharismatik kelahiran 6 Juni 1901 ini merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia yang sangat nasionalis dan berkarakter tegas. Sebagai bangsa yang besar, kita pada masa sekarang sangat haus jiwa pemimpin menyerupai beliau. Semoga kumpulan pidato dan kata motivasi dari Bung Karno dibawah ini sanggup menginspirasi kita semua, untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Sosok Soekarno yang sangat berkarakter ini sudah sepatutnya kita teladani, khususnya dalam hal memajukan Bangsa Indonesia. Karena dimanapun kita berada, kita yaitu insan yang lahir di tanah Indonesia, dan bertumpah darah satu Indonesia. Oleh alasannya yaitu itu, sebagai seorang perjaka mari kita bantu-membantu mewujudkan mimpi Bangsa Indonesia dan juga mimpi Bung Karno terhadap kemajuan Indonesia sebagai negara terdepan dan termaju di dunia.

Berbicara mengenai sosok Bung Karno, memang tiada habisnya. Meskipun ia telah tiada, namanya tetap harum, jasa nya selalu terkenang dalam setiap sanubari rakyat Indonesia. Rakyat berharap, sosok atau jiwa pemimipin menyerupai Soekarno hadir kembali di pangkuan rakyat supaya negara ini kembali sejahtera, maju dan menjadi yang terdepan serta menaklukkan dunia, menyerupai kata kata bijak yang pernah Bung Karno ungkapkan dengan tegas dalam rangkuman dibawah ini.

 yaitu sebuah ungkapan mutiara dari seorang Ir 24 Kata Bijak Mutiara Soekarno Terbaik

1. “Tuhan membuat bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang bisa merubah nasib negerinya sendiri.”

2. “Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan saya tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya.”

3. “Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.”

4. “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi, 1964]

5. “Bangsa yang besar yaitu bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” [Ir. Soekarno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961]

6. “Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Makara tetaplah bersemangat elang rajawali.”

7. “Gantungkan impian mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

8. “Laki-laki dan wanita yaitu menyerupai dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu hingga ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.”

9. “Perjuanganku lebih gampang alasannya yaitu mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit alasannya yaitu melawan bangsamu sendiri.”

10. “Beri saya 1.000 orang tua, pasti akan kucabut semeru dari akarnya. Beri saya 10 perjaka pasti akan kuguncangkan dunia”

11. “Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis!”

12. “Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.”

13. “Apakah kelemahan kita yaitu kurang percaya diri sebaga bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya yaitu rakyat gotong royong.”
14. “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya yaitu Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

15. “Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam tenang dan persaudaraan.”
16. “Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi bila bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak.” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]
17. “Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.”

18. “Janganlah menduga kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi]
19. “Apabila dalam di dalam diri seseorang masih ada rasa aib dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut yaitu tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.”

20. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berkhasiat sebagai beling benggala daripada masa yang akan datang.”

21. “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau saya berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi 1956]


22. “Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?” [Ir. Soekarno Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]

23. “Gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laris cengengilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan-dalang dari bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya, warengnya-udeg-udegnya gantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki, orang berdagang siang malam tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan impian sosialisme.” [Bung Karno, Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960]

24. “Walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.. satu ke dunia sama ratap sama tangis..”
Itulah sedikit kumpulan 24 Kata Bijak Mutiara Soekarno baik wacana pemuda, kemerdekaan, dan yang lainnya. Semoga bermanfaat dan sanggup meningkatkan rasa nasionalisme atau kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia yang perlahan mulai terkikis alasannya yaitu zaman yang berubah.